Kamis, 19 September 2013

  • Royoung story Eps 1 Indonesian version

   pada suatu hari ada pemuda yang bernama robi dia ingin menyebarkan islam kekorea,
setelah lulus dari islamic boarding chool ia pergi ke koreamenggunakan pesawat terbang, saat sampai di bandara ia kebingungan karena tidak tahu harus kemana dan dia berkata dalam hatinya "aku akan pergi ke itaewon dulu untuk melamar pekerjaan sebagai guru ngaji di sana"
setelah ia sampai di itaewon ia pergi ke penginapan dan tidur sampai ke esokan harinya ia baru melamar pekerjaan di universitas islam di itaewon dan alhamdulillah ia diterima.
setelah beberapa bulan di korea tepatnya di itaewon seoul south korea ia mulai jalan jalan ke kota seoul dari sinilah cerita royoung dimulai.
setelah berjalan cukup jauh Ia menemukan taman di pinggir kota ia beristirahat disana tiba" ada pemuda datang menghampirinya dan berkata "siapa kau dan darimana kau wajahmu begitu asing" Robi pun menjawab " namaku Robi saya dosen di islamic school di itaewon" pemuda itu kaget dan memasang muka marah "ternyata kau seorang muslim ya, namaku giong suk dan aku tidak suka orang muslim" akhirnya mereka berdebat dan tiba" geong suk menyerang Robi dan Robi berkata "dalam islam berkelahi itu dilarang ".....to be continued



  • Royoung story eps 2 Indonesian version
  tapi giong suk tak mempedulikannya dia langsung menyerang Robi tapi karena robi adalah sifu wing chun akhirnya giong suk kalah dan Robi pun berkata " kita sama sama manusia, apakah tuhan menciptakan kita untuk berkelahi " Robi pun meninggalkan giong suk, tak lama giong suk menyusul dan berkata " jadikan aku seorang muslim, dan jadikan aku muridmu sifu " Robi hanya tersenyum dan berkata " baiklah islam tak perlu sarat, saratnya hanya syahadat " dengan perlahan giong suk dituntun kejalan islam hari demi hari berlalu tak terasa sudah 4 bulan di korea,
pada suatu hari giong suk menemui Robi dan berkata " ustadz apakah anda tidak punya keinginan lain di korea ini ". " ada " jawab robi " apa itu " tanya lagi suk " mendirikan islamic boarding school". "hanya itu, apakah ustadztidak ingin cari pasangan hidup"
sahut giong suk, " entahlah" jawab Robi, tak lama setelah itu mereka berjalan jalan ditaman seoul pada suatu ketika Robi melihat seorang wanita dan berkata " giong, apakah kau tahu siapa gadis itu " tanya Robi " itu Jiyoung dia artis" jawab suk "ooooo artis, apakah dia sudah punya pasangan " tanya Robi "sepertinya sudah, apakah ustadz suka padanya jika suka aku tunjukan rumahnya, karena rumahku di depan rumahnya jadi ustadz bisa melihatnya setiap hari okay hehehe " sahut suk " idemu agak konyol tapi betul juga "....to be continued


  • Royoung story eps 3 indonesian version 
setelah diberi saran dari giong suk, keesokan harinya Robi pergi kerumah giong suk dan melakukan apa yang disarankan giong suk dan disana telah ada giong suk dan ia berkata " ini kursi dan teh dan koran untukmu agar kamu nyaman disini okay ". " baiklah, dan terimakasih atas semuanya " JAWAB Robi,
hari demi hari Robi duduk disitu dan melihat Ji young dengan pasangannya datang dan pergi silih berganti, Robi terus di situ sambil mengamati mereka setiap pagi sampai jam 01 : 00 AM, sampai pada hari ke 9 jiyoung dan pasangannya bertengkar dan mereka pun berpisah sambil menangis jiyoung berkata " tak kusangka kau begini, lebih baik kita putus " Jiyoung oun tertunduk lesu sambil menangis dan turunlah hujan menambah dramatis suasana, Robi pun mendekati Jiyoung dan menyodorkan payung sambil berkata " maha suci allah telah menciptakan pasangan dari apa yang tumbuh darinya dan apa yang tidak tumbuh darinya ".
Jiyoung hanya bingung sambil menerima payung yang di berikan Robi seraya berkata " kau tidak tahu rasa sakit yang aku rasakan jadi diamlah ". sambil melangkah pergi Robi berkata " need a feel hurt to be strong ". Jiyoung hanya tertunduk menyesal dan tak beberapa lama Jiyoung memanggil Robi yang telah berjalan agak jauh " hai .., aku sering melihatmu, siapa namamu " dari kejauhan Robi menjawab " aku hanyalah hamba Allah "......To be continued

  • Royoung story eps 4 indonesian version

setelah bartemu dengan robi Jiyoung menjadi penasaran siapakah robi sebenarnya, akhirnya jiyoung menghampiri rumah giong suk dimana ia sering melihat Robi duduk sambil minum kopi, Jiyoung bertemu dengan giong suk dan bertanya " apakah kamu kenal dengan orang yang sering duduk di depan rumahmu ciri cirinya wajahnya bukan seperti wajah orang korea kulitnya agak coklat...? ". giong pun menjawab sambil memandang jiyoung dengan heran " ya, dia adalah seorang guru agama saya, dia tinggal di itaewon namanya Robi ". "oh bisakah kamu mengantarkanku kepadanya " kata jiyoung sambil menarik tangan giong.
setelah sampai di Itaewon tepatnya di depan masjid seoul islamic center Jiyoung dan Giong menunggu Robi keluar, tak lama kemudian keluarlah Robi sambil berkata " assalamu'alaikum giong ". " wa'alaikum salam " jawab Giong sambil berjalan menemui Robi, " ada perlu apa " tanya Robi." Jiyoung ingin bertemu dengan anda " jawab Giong sambil membawa Robi ke hadapan Jiyoung.
" ada apa Jiyoung, apakah kamu masih ingin bertanya lagi.? " tanya Robi, " iya, aku penasaran kenapa kamu berkata seperti itu padaku, dan darimana kau tahu namaku.? " sahut Jiyoung " maksudku adalah kau harus kuat siapa yang bermain cinta harus siap merasakan sakitnya putus cinta, dan aku tahu namamu dari Giong dan bukankah kau adalah seorang artist jadi hampir semua orang di korea tahu namamu." jawab Robi sambil menatap mata Jiyoung, Jiyoung bertanya lagi " kenapa kau menatapku seperti itu, dan apakah kau pernah merasakan gagal cinta, sepertinya kau sangat faham dengan cinta " . " pernah bahkan orang yang aku cintai telah meninggal dan kukira tidak ada wanita yang bisa menggantikannya di hatiku, tapi sepertinya aku salah ". to be continued


setelah di beritahu oleh Robi akhirnya Jiyoung mengerti dan tak lama setelah perbincangan itu Robi menyuruh Jiyoung untuk pulang, setelah Jiyoung pulang Robi bertanya pada Giong " kenapa dia tahu tempat tinggalku apa kau yang memberitahukannya..? " Giong menjawab " bukankah itu yang tujuan anda ? ". " iya, dan terimakasih atas bantuannya " jawab Robi sambil tersenyum kecil. " owh iya mari ke rumahku, ada yang harus ku beritahukan padamu..!" tambah Robi, tak lama setelah perbincangan itu Robi dan Giong pergi kerumah Robi.
sekitar dua ment mereka berjalan akhirnya mereka sampai di rumah Robi, dan Giong pun bertanya " apa yang ingin anda katakan pada saya..? ". " kau kan sudah belajar lumayan lama tentang islam sepertinya kita harus memulai menyebarkan islam, tapi ingat menyebarkan islam dengan damai dan jangan mengubah kebiasaan masyarakat, " jawab Robi, " iya, tapi bukankah hampir semua adat masyarakat bertentangan dengan islam apa yang harus saya lakukan..? " tanya giong " ya ambil adat yang hampir sama dengan islam agar bisa di masukkan kader kader islam di dalamnya ". jawab Robi,
dilain tempat Jiyoung sedang memfikirkan tentang perkataan Robi dan akhirnya dia mengerti, dia mulai mengagumi perkataan Robi sambil berguma sendiri " betul juga dia, jika aku telah merasakan sakit aku akan terbiasah olehnya ".JIyoung pun berrencana menemui Robi lagi keesokan harinya setelah concert kara....to be continued

  • Royoung eps 6 Indonesian version 
benar pada keesokan harinya setelah concert kara sekitar jam 07 00 malam jiyoung ke itaewon setelah perjalanan sekitar 15 menit Jiyoung sampai dan bertemu robi yang berada di pinggir jalan sedang menuju Rumahnya, Jiyoung pun menghentikan mobilnya dan turun menemui Robi, " hei, oppa apa kabar, kita bertemu lagi, " sapa Jiyoung sambil tersenyum manis pada Robi, " owh, kamu Jiyoung ada apa " jawab Robi sambil membalas senyum, " aku hanya ingin main ke rumahmu oppa, boleh tidak..? " tanya Jiyoung, " ya bolehlah, silahkan ayo ikuti aku tapi jangan malam malam nanti menimbulkan fitnah " kata Robi sambil berjalan mendahului, " eh oppa, naik mobilku saja, kamu bisa menyetir mobilkan..? " tanya Jiyoung, " Tidak, ya kamu saja yang menyetir, Okay " jawab Robi, akhirnya mereka masuk mobil.
tak beberapa lama perjalanan sampailah di rumah Robi yang tak terlalu besar, " silahkan masuk, maaf rumahku jelek " ajak Robi sambil tersenyum, akhirnya mereka masuk, " hei Jiyoung sebelum masuk ucapkan salam, Assalamu alaikum " suruh Robi saat di depan pintu, " ya oppa, assalamualaikum " ucap Jiyoung sambil melangkah kedalam.
mereka saling berbincang dan tertawa karena menceritakan masa kecil mereka sampai tak terasa sudah jam 10 00 malam, " owh, tak terasa sudah malam, bukan maksudku mengusirmu tapi sebaiknya kamu pulang ini sudah malam " ucap Robi, " yah, sayang sekali, padahal masih asyik ngobrol, ya tapi gakpapa, aku pulang dulu oppa, " ucap Jiyoung, akhirnya Robi mengantar Jiyoung kedepan Rumah. dan keesokan harinya Jiyoung ke romah Robi lagi hingga mereka menjadi teman dekat.. to be continued



  • Royoung eps 7 Indonesia version 
   sudah lama mereka menjadi teman tepatnya sudah tiga bulan, dan pada suatu hari saat Jiyoung akan pergi kerumah Robi dia berhenti di supermarket untuk beli makanan dan minuman halal untuk di makan di rumah Robi bersama dengan Robi tentunya, setelah Jiyoung keluar dari super market dia menaiki mobilnya dan tak sengaja menabrak sepeda motor milik geng motor yang ada di belakangnya walaupun tak Rusak parah tapi pemiliknya marah dan langsung menghadang mobil Jiyoung sambil membawa pipa besi, pada saat itu sudah jam malam jadi tidak ada Orang di sana.
" hey, turun kau atau ku pecah kaca mobilmu " suruh sang pengendara itu, Jiyoung pun turun sambil ketakutan seraya berkata " baik, akan aku ganti berapa..? ", " ini bukan masalah uang tapi ini masalah harga diri " kata sang pengendara motor Itu.
Tiba tiba dari kejauhan ada yang berkata " jika kau bersandar pada harga Diri maka kau akan hina, jika kau bersandar pada harta kau akan miskin, jadi terimalah uang ganti rugi darinya ". " siapa kau " kata sang pengendara sambil melotot kehadapannya, " aku hanya hamba allah " katanya mulai mendekat, dan ternyata dia Robi yang berhenti setelah melihat mobil Jiyoung.
tak lama setelah perbincangan geng motor yang berjumlah 5 orang itu menyerang Robi yang sendirian, sambil memasang kuda kuda Robi berkata " wing chun Ip man ", merekapun berkelahi, dan geng motor itu kalah dan berjatuhan di aspal karena kesakitan, saat mereka tidak bisa bangun Robi tiba tiba mengulurkan tangannya dan berkata " bangunlah, dan terimalah uang dari wanita itu untuk mengganti kerusakanmu ". " terimakasih, tapi kenapa kamu menolong kami "kata sang gang, " kita sama sama manusia, jika kau ingin taubat datanglah ke itaewon " jawab robi, setelah mereka bangun dan menerima uang dari Jiyoung mereka langsung pergi, " terimakasih oppa, kalau tidak ada kamu entah apa yang akan terjadi pada ku " ucap Jiyoung sambil memegang tangan Robi " oh iya, cheonma, lain kali jangan keluar terlalu malam. " jawab Robi, " oppa maukah besok siang oppa keluar denganku " pinta Jiyoung " ya kenapa Tidak dan sekarang pulanglah, see you tomorow ".. tobe continued



  • Royoung eps 8 Indonesian version
setelah keesokan harinya Jiyoung denganbahagia segera menemui Robi, dalam perjalanan dia bergumam sendiri " kenapa hatiku berdebar debar, dan sangat senang akan bertemu dengan oppa Robi..?".
tak beberapa lama dia sampai di rumahnya Robi dan ternyata Robi sudah menunggunya disana, " hey, akhirnya sampai juga kau Jiyoung, ayo kita pergi walaupun aku belum terlalu tahu tentang seoul tapi aku tahu tempat yang sangat indah " sapa Robi sambil tersanyum, dengan sedikit tersipu malu Jiyoung menghampiri Robi seraya berkata " baik oppa, naik mobilku saja ". merekapun naik mobilnya JIyoung, tak beberapa lama mereka sampai di taman seoul dan disana banyak pasangan yang sedang kencan, " ayo, oppa kita ke sana disana kan banyak orang jadi Ramai " kata Jiyoung sambil menggandeng tangan Robi " tapi di sana kan hanya ada orang yang berpasangan, tapi aku rasa kita juga berpasangan " jawab Robi sambil mengikuti Jiyoung, tak beberapa lama mereka sampai di menara N, " wah pemandangannya bagus sekali ya..? " kata Robi sambil terkagum kagum. dan akhirnya mereka berbincang bincang
Robi memanggil Jiyoung dan menunjukan pemandangannya " hey Jiyoung lihatlah banyak burung burung kecil yang indah aku kira di seoul tidak ada ". " iya, " kata Jiyoung sambil sedikit resah , " aku lihat kau ingin mengatakan sesuatu katakan saja, tidak usah malu " ucap Robi sambil menepuk pundak Jiyoung, " sebenarnya aku , aku , aku mencintaimu Oppa, kau bisa membuatku nyaman di dekatmu kau adalah tipeku " jawab Jiyoung sambil tertunduk karena malu, " apa, apa aku tidak salah mendengarnya " sahut Robi dengan agak kaget, " do you want be my namja " kata Jiyoung sambil memandang pada Robi, " kau harus tahu Jiyoung sebenarnya dari dulu aku sudah suka padamu " jawab Robi sambil memegang tangan Jiyoung, Jiyoung pun senang dengan jawaban itu, akhirnya merekapun menjadi sepasang kekasih.
di samping itu para gang motor itu mencari Robi karena ingin bertaubat tapi karena Robi tidak ada di Itaewon akhirnya mereka menunggu di depan masjid seoul... to be continued
 

  • Royoung story eps 9 Indonesian version
     karena terlalu senang jalan jalan akhirnya Robi tidak merasa jika waktu sudah sore, Robi pun tersadar jika waktu sudah hampir maghrib, " jiyoung, sekarang sudah hampir malam sebaiknya kita pulang, biar aku antar kamu sampai kerumahmu " ajak Robi, " baik oppa, " jawab Jiyoung. akhirnya merekapun pulang.
tak beberapa lama perjalanan akhirnya mereka sampai di depan rumah Jiyoung dan di sana ada teman teman Jiyoung lebih tepatnya member kara yang lain, saat Jiyoung akan masuk rumah Robi memanggil Jiyoung " Jiyoung ada sesuatu yang ingin ku sampaikan, ", " ada apa oppa..? " tanya Jiyoung agak penasaran, tanpa mengucapkan sesuatupun Robi menghampiri Jiyoung dan mencium keningnya sambil berkata " selamat malam ", dengan kaget dan agak tersipu malu Jiyoung menjawab " iya, hati hati di jalan oppa ". setelah mengantarkan Jiyoung Robi pun langsung pulang dan sesampainya di itaewon dia kaget karena bertemu lagi dengan gang motor, " mau apa kalian..? " tanya Robi, " kami ingin bertaubat dan ingin mengenal islam " jawab pemimpin gang itu. " alhamdulillah masuklah kedalam masjid.
setelah mereka masuk kedalam masjid Robi membimbing mereka mengucapkan syahadat, " di dalam islam itu ada 5 hal yang harus kalian kerjakan yaitu : syahadat, sholat, zakat, puasa, dan pergi haji jika mampu " perjelas Robi, setelah mengucap syahadat Robi membimbing mereka untuk mengenal islam lebih jauh sampai sekitar jam 08 00 malam mereka akhirnya selesai, " kita teruskan besok, besok kemari lagi setelah maghrib, saya akhiri assalamualaikum wr wbr " ucap Robi, setelah selesai mereka keluar dari masjid, saat berada di depan masjid Robi memanggil pimpinan gang itu " hay, namamu siapa ya..?", " nama saya so seok ustadz " jawab pemimpin gang itu, " pertahankan imanmu so seok " sambung Robi. " iya, insya allah, oh iya nama ustadz Robi kan..?. mohon bimbingannya..! " kata so seok. " iya insya allah, cepatlah pulang ini sudah malam " suruh Robi sambil berjalan keluar area masjid, mereka pun keluar dari masjid bersama dan berpisah di persimpangan jalan, setelah sampai dirumah Robi bertemu giong suk yang menunggunya di depan Rumahnya....To be continued



  • Royoung story eps 10 Indonesian version
setelah bertemu giong suk akhirnya Robi mengajak giong suk masuk ke rumah dan merekapun berbincang bincang di sana, " ada apa giong,..? " tanya Robi agak serius, " saya telah punya tempat dakwah tetap yaitu di paju " jawab giong suk sambil tersenyum, dengan bahagia Robi berkata " alhamdulillah, saya do'akan supaya kamu sukses dalam menyebarkan islam di sana, ingat saran saya islam bukan paksaan ", " iya saya ingat, saya dengar ustadz juga sudah membaiat beberapa orang..? " tanya giong, " iya mereka di beri hidayah oleh allah, oh iya tidak usah pulang tidur sini saja kan sudah malam " saran Robi, " iya deh, lagi pula sudah lama tidak tidur sini, oh iya bagaimana dengan hubungan anda dengan Jiyoung..? " tanya Giong agak penasaran, " alhamdulillah, kemarin dia berkata kalau kami menjadi sepasang kekasih " jawab Robi dengan santai, " wah alhamdulillah, mungkin beberapa bulan lagi saya akan menikah dengan wanita busan ustadz datang ya..! "pinta giong dengan senang, " iya" jawab Robi singkat, tak lama mereka merasa ngantuk dan akhirnya tidur.
keesokan harinya di rumah Jiyoung di datangi seorang lelaki dia mencari Jiyoung, jiyoung pun bangun karena di beri tahu oleh hara bahwa ada yang mencarinya, setelah Jiyoung bangun dan jiyoung menemui pria itu di depan rumah jiyoung, tidak disangka itu adalah jae sung mantan pacarnya Jiyoung, " Jiyoung aku minta maaf soal kemarin aku ingin kita menjadi kekasih lagi " pinta jae sung dengan agak memelas, " aku sudah memaafkan mu tapi aku tidak bisa menjadi yeojamu lagi karena aku sudah mempunyai namja lain, namanya Robi dia tinggal di Itaewon " jawab Jiyoung dengan tegas, " oh begitu ya baiklah..! " sahut jae sung dengan wajah marah.
setelah mendengar penjelasan dari Jiyoung jae sung langsung mengajak teman temannya yang berjumlah 12 orang untuk menyerbu Robi, merekapun berangkat ke itaewon tak lama kemudian mereka sampai di itaewon dan di sana bertepatan saat Robi mengajar mengaji, " siapa mereka " kata so seok, " biar aku saja yang ke sana " kata Robi sambil menghampiri segerombol orang itu tanpa basa basi mereka menyerang Robi, dan satu persatu dari mereka berjatuhan hingga akhirnya Jiyoung datang dang merelay perkelahian Itu, " hentikan kalian semua " kata Jiyoung dengan suara lantang..... to be continued


  • Royoung story eps 11 Indonesian version 
karena kedatangan Jiyoung akhirnya perkelahian itu berhenti, dengan agak terengah engah Jiyoung bertanya " kenapa kalian berkelahi..? ", Robi hanya diam karena merasa bersalah telah melukai hampir 10 orang, " dia telah merebutmu dariku " jawab jae sung sambil berusaha meyakinkan Jiyoung, setelah mendengar ucapan jae sung tangan Robi yang di penuhi darah mulai menggenggam, " Robi tidak merebutku darimu tapi kau yang telah meninggalkan aku bersama Robi " jawab Jiyoung dengan nada marah " apa kau tidak ingat saat kau meninggalkanku, kenapa sekarang kau malah mengejarku ..? " sambung Jiyoung, jae sung hanya diam, tiba tiba Robi pergi dari kerumunan itu menuju tempat wudlu, " oppa mau kemana..? " tanya jiyoung sambil memgang tangan Robi, dengan enteng Robi menjawab " membersihkan tanganku ".
akhirnya setelah Robi pergi Jiyoung menyuruh jae sung pergi dan Jiyoung menghampiri Robi yang baru selesai membersihkan tangannya, " oppa, maafkan aku gara gara aku kau jadi seperti ini, tapi apakah kau terluka " tanya Jiyoung sambil memegang tangan Robi, " iya itu bukan salahmu, dan ini hanya luka kecil biasah " jawab Robi sambil mengelus kepala Jiyoung, Jiyoungpun meminta Robi untuk pulang, akhirnya merekanpun pulang ke rumah Robi.
sesampainya di rumah Jiyoung mengambil obat dan langsung merawat tangan Robi yang terluka, " terimakasih Jiyoung karena kau telah peduli padaku " ucap Robi sambil tersenyum manis pada Jiyoung, dengan agak terharu dan malu Jiyoung menjawab " iya itulah gunanya seorang kekasih ", " tapi aku kasihan dengan mantanmu itu karena keslahan masa lalu dia jadi kehilangan dirimu " kata Robi sambil memandang ke atas, " salah dia sendiri kenapa meninggalkanku " jawab Jiyoung sambil mengobati tangan Robi, " ya, oh iya untuk rasa terimakasihku aku akan mengajakmu jalan jalan besok malam jam 07 00, bagaimana kamu mau tidak..? " ajak Robi, dengat hati kaget Jiyoung berkata " iya, maksud oppa kita berkencan besok malam..? ", " iya bisa di bilang begitu " sambung Robi, setelah selesai Jiyoung pun pulang dan Robi istirahat... to be continued
 

  • Royoung story eps 12 Indonesian version
setelah keesokan malamnya Robi berangkat menemui Jiyoung ke soul menggunakan sepeda motor, tak lama perjalanan Robipun sampai dan ternyata Jiyoung sudah menunggu Robi di depan Rumahnya, " ayoo kita berangkat " ajak Robi sambil memberikan helm pada Jiyoung, setelah itu mereka menuju taman seoul tempat favorit mereka, saat di perjalanan Robi bertanya pada Jiyoung " apakah ini pengalaman pertamamu kencan naik sepedah motor..? ","iya, tapi ini menyenagkan " jawab Jiyoung sambil menikmati angin malam, setelah agak lama perjalanan merekapun sampai di taman seoul, merekapun berkeliling sambil mengobrol, " kemarilah Jiyoung " ajak Robi ke kerumunan bunga, tiba tiba Robi memetik satu bunga dan di pasangkan di atas telinga Jiyoung yang kanan dan berkata " subhanallah, Jiyoung kau cantik sekali malam ini ", sambil tersenyum tersipu malu Jiyoung berkata " terima kasih oppa..! ".
setelah berkeliling agak lama akhirnya mereka duduk di kursi taman berdua, " lihatlah Jiyoung bintang bintang di langit itu, apakah kau tahu berapa banyaknya " tanya Robi sambil memegang tangan Jiyoung, " aku tidak tahu oppa, memangnya oppa tahu..??" Jiyoung berbalik tanya, " jumlahnya pasti aku tidak tahu, yang pasti jumlah bintang di langit sama denganbanyaknya pasir di pantai " karena mengan tuk Jiyoung tertidur dan bersandar di pundak Robi, Robi tahu bahwa waktu telah malam tapi dia tidak tega membangunkannya tapi setelah waktu memasuki jam 10 00 malam Robi membangunkannya sambil berkata " Jiyoung ini sudah malam tidak baik pria dan wanita berdua di tengah malam ayo akan aku antar kamu sampai kerumahmu ", akhirnya mereka berangkat pulang seampainya di depan Rumah Jiyoung saat Jiyoung akan masuk kke Rumah Robi memanggilnya " tunggu dulu JIyoung "Robi pun menghampiri Jiyoung dan mencium kening Jiyoung seperti biasanya .... to be continued
 


  • Royoung story eps 13 Indonesian version
   setelah mengantar Jiyoung pulang Robi langsung pulang setelah agak lama perjalanan Robi sampai di rumahnya, dan di sana ada Jae sung yang telah menunggunya, " mau apa lagi kau..? " kata Robi dengan muka tidak ramah, " aku hanya ingin meminta padamu untuk mengembalikan Jiyoung padaku " pinta Jae sung dengan wajah memelas, dengan entengnya Robi berkata " kau kira Jiyoung itu barang ha..?, dan Jika kau mencintai Jiyoung kejarlah aku pun akan mengejar cinta Jiyoung kita sama sama mengejar cinta Jiyoung dengan cara sportif ", " tidak ku sangka kau sangat mengerti maksudku, kau benar benar baik " puji Jae sung, " ya, ini sudah malam kau pulang atau menginap di rumahku..? " tanya Robi sambil menuju kedalam Rumah, " kau bahkan menawariku menginap padahal aku sudah menyerangmu kemarin ", kata Jae sung dengan agak kagum, " jadi kau mau atau tudak menginap di rumahku ..?" ulang Robi, " ya, baiklah " jawab Jae sung sambil mengikuti Robi dari belakang.
setelah di dalam mereka mengobrol bagaikan teman dekat, " hey ini sudah malam tidurlah " suruh Robi sambil membawakan sebuah bantal, " ya, terimakasih " sahut Jae sung, setelah itu mereka tidur, setelah paginya sekitar jam 04 30 Robi bangun tanpa membangunkan Jae sung, saat Robi membuka pintu Jae sung mendengar dan bangun, Jae sung penasaran apa yang akan dilakukan Robi dia mengikuti Robi sampai tiba di sebuah masjid ternyata Robi mengumandangkan adzan subuh setelah mengumandangkan adzan Robi berjamaah di masjid itaewon, setelah selesai sholat Robi mengadakan kultum bersama semua jamaah yang ada di masjid.
setelah selesai Robi baru keluar dari masjid dan ternyata Jae sung menunggunya di luar masjid, Jae sung pun bertanya " kegiatan apa tadi kok hikmat sekali dan pagi sekali ", " ya memang seperti itu kegiatannya supaya gk ada yang malas malasan " kata Robi dengan enteng, setelah pagi Jae sung pulang, ketika Jae sung pulang so seok dan Giong suk datang merekapun bertanya " assalamualaikum, kenapa dia kesini apa dia ingin mengajak berkelahi lagi apa dia tidak kapuk telah kalah...? ", " waalaikum salam, tidak dia hanya ingin main saja ke rumahku dia telah sadar, " jawab Robi dengan enteng " oh iya beritahu pada warga besok malam kita mengadakan yasinan " sambung Robi, " yasinan apa itu yasinan ..? " tanya so seok " yasinan itu membaca surat yasun bersama sama di masjid " jawab Robi, " oh baiklah, akan saya laksanakan ustadz ".... to be continued
 

  • Royoung story eps 14 Indonesian version
    setelah mereka musyawarah akhirnya mereka berpisah untuk melaksanakan tugas masing masing, Robi menghampiri satu persatu Rumah penduduk dan menjelaskan tentang acara yasinan dan alhamdulillah mereka menyukai acara yasinan itu bahkan mereka berencana mengajak kerabat mereka yang ada di luar kota untuk ikut acara itu, saat di perjalanan menuju Rumah rumah warga Robi mendapat pesan dari Jiyoung, Jiyoung ingin bertemu dengan Robi besok jam 09 00 malam Robi pun setuju karena acara yasinan mulai jam 07 00 - 0830 malam.
saat keesokan malam semua telah di persiapkan untuk menyambut acara yasinan itu dan setelah sholat isya acara di mulai, pertama tama warga bingung bagai mana mengawalinya akhirnya Robi membimbing warga, " saudara saudara sekalian mari sebelum kita membaca yasin kita membaca la fatihah 4 kali dan shalawat 10 kali alfatihah " tuntun Robi, wargapun mengikutinya sampai acara selesai jam 08 30 malam, ketika Robi akan turun dari masjid warga memanggilnya " ustadz " ujar warga, " ya, ada apa " jawab Robi, " ini sedikit rezeki untuk ustadz sebagai rasa terimakasih kami karena ustadz telah mengenalkan islam lebih dekat pada kami " sambung warga sambil memberikan angpau, " terimakasih, oh iya saya pergi dulu ya, saya ada urusan, assalamualaikum " ucap Robi sambil beranjak meninggalkan masjid menuju Rumahnya.
setelah sampai di rumahnya dia mengambil sepeda motor lalu pergi menemui Jiyoung di taman, setelah perjalanan agak lama akhirnya Robi sampai di taman dan ternyata Jiyoung belum datang mungkin karena jam masih menunjukan waktu 08 45 malam, Robi menunggu lama hingga Jam 09 30, dia hanya mendengarkan musik, tiba tiba dari belakang ada yang menutup matanya, " mmm siapa ini ya..? " ujar Robi sambil membuka tang itu, ternyata itu adalah Jiyoung, " maaf oppa aku terlambat, concert ku di perpanjang tadi " kata Jiyoung dengan mimik menyesal sambil duduk berdekatan dengan Robi, " ya, tapi jangan di ulangi nanti jadi kebiasaan terlambat " tegur Robi sambil tersenyum kecil, " jadi ada apa, kenapa kau ingin bertemu denganku " sambung Robi, " yang pertama aku miss you, yang ke dua aku ingin mengundang oppa untuk datang di acara concertku malam minggu nanti " ajak Jiyoung sambil memegang tangan Robi, " ya, insya allah aku akan datang " Jawab Robi, smerekapun mengobrol dan Jiyoung bersandar di pundak Robi sambil memandang bintang, setelah terasa agak malam Robi menyuruh Jiyoung pulang " cepatlah kamu pulang nanti kamu di cari lo..? ", " iya oppa, oppa tidak usah mengantarkanku," jawab Jiyoung , ketika Jiyoung akan pergi tiba tiba Jiyoung kembali dan langsung memeluk Robi seraya berkata " saranghae oppa ", "nae.... gomawo for your love " jawab Robi sambil memluk erat Jiyoung, setelah Itu Jiyoung pun Pulang dan Robi Juga berangkat pulang.....to be continued



  • Royoung story eps 15 Indonesian version
   setelah sampai di rumah ternyata so seok telah menunggu Robi di depan Rumahnya Robi, " ustadz tadi ustadz di cari seseorang " ujar So seok sambil menghadang sepeda motor Robi, " siapa dia "tanya Robi sambil turun dari sepeda motornya, " dia seorang wanita " jawab so seok, " kita bicarakan saja di dalam " ajak Robi sambil memparkirkan sepedanya dan langsung masuk ke rumahnya, setelah di dalam So seok menceritakan tentang wanita itu, " ciri cirinya dia cantik rambutnya di pony matanya tidak sipit bibirnya kecil dan tipis dan dia juga Ramah " perjelas So seok dengan ekspresi serius, melihat eksprsi So seok Robi hanya tertawa, " kenapa ustadz tertawa..? " tanya So seok, " ekspresimu itulo membuatku geli dan kamu sampai memperhatikan se detil detilnya " jawab Robi sambil menghentikan tawanya.
mereka terus mengobrol, dan so seok masih menjelaskan lagi " dia mencarimu, dia berkata ingin belajar ikmu islam langsung darimu dan ingin mengenal sosok ustadz seoul ", " dia terlalu berlebihan, ya semoga besok dia datang agar aku bisa mengajarinya, dan aku rasa ini sudah malam cepatlah tidur " ujar Robi sambil mulai berbaring tidur, " yaaah, ustadz bagaimana di ajak bicara malah ngajak tidur ya sudahlah " ujar so seok sambil mulai tidur, setelah keesokan harinya tepatnya setelah sholat subuh Robi keluar dari masjid dan tiba tiba ada yang memanggilnya dari kejauhan, " oppa, tunggu dulu," RRobi pun berhenti, " maaf atas kelancanganku memanggilmu oppa, " ujar wanita itu, " ya tidak apa apa , apakah kamu yang mencariku kemarin malam..? " tanya Robi, " iya, nama saya mochi, lebih lengkapnya mochi az zahra " ujar gadis itu, " namamu asing disini dan nama saya Robi " jawab Robi, " ya, salam kenal, memang saya lahir di korea tapi tinggal di jepang jadi nama saya seperti ini " perjelas mochi sambil tersenyum manis, " ya, mungkin nanti kita bisa teruskan mengobrol saya harus pulang, jika ingin ke rumah saya ya depan itu Rumah saya " ucap Robi sambil meninggalkan tempat itu, sambil memandang Robi mochi bergumam sendiri " dia adalah tipeku dia berkulit coklat dan juga baik "
setelah jam 08 00 pagi Robi mengirim pesan pada Jiyoung yang isinya " my love, jam berapa aku harus ke seoul, untuk menonton concertmu " tak beberapa lama Jiyoung membalas pesan Robi " jam 08 30 malam oppa ".
ketika Robi membersihkan halaman Rumah tiba tiba mochi datang, " assalamualaikum ustadz " ucap mochi sambil menghampiri Robi, " waalaikum salam sialahkan duduk " jawab Robi, " ustadz, apakah ustadz nanti malam ada acara ..? " tanya mochi sambil tersenyum, " maaf tapi nanti aku ada janji dengan seseorang " jawab Robi,.... to be continued



  • Royoung story eps 16 Indonesian version
  setelah mendapat jawaban dari Robi mochi merasa kecewa, " memangnya kenapa...? " sambung Robi, " saya ingin mengajakmu makan bersama " jawab mochi dengan agak lesu, melihat kekecewaan Mochi Robi tidak tega dan Robi pun mengajak mochi jalan jalan saat itu Juga, " jika nanti malam tidak bisa kalau sekarang aku bisa ", mendengar perkataan Robi itu mochi sedikit terhibur, dan mereka pun berjalan jalan di sekitar Itaewon, mereka berjalan sambil mengobrol, dengan agak ragu mochi bertanya " ngomong ngomong apakah ustadz sudah punya kekasih...? ", " alhamdulillah sudah ", jawab Robi dengan enteng, mendengar jawaban dari Robi Mochi kaget dan seperti putus asa, dan tiba tiba mochi berhenti, " ada apa mochi, kenapa kau berhenti..? " tanya Robi, mochi tidak menjawab dia hanya menucapkan salam terus pergi, " saya harus pergi assalamualaikum ustadz ".
di saat mochi pergi tiba tiba so seok datang, so seok kaget kenapa mochi pulang, " ustadz kenapa mochi pulang ", karena tidak tahu Robi pun menjawab " Tidak tahu, mungkin ada urusan pekerjaan ", " oh iya kemarin aku di beri ticket concert kara di seoul dekat dengan Itaewon pada tanggal 04 agustus ya nanti malam " sambung Robi sambil menunjukan ticket yang di berikan Jiyoung, " oh maaf sepertinya aku tidak bisa nonton karena aku akan ada tour gang motor nanti malam " ucap So seok, " yah tidak apa apa sepertinya aku harus pergi sendiri " ucap Robi.
setelah sholat isya' Robi langsung berangkat ke tempat concert kara di sana dia bertemu go hara, " maaf, apakah kau melihat Jiyoung..? " tanya Robi, " dia sudah ke dalam dan jika bukan staff di larang ke dalam maaf ya..!! " jawab hara, " ya tidak apa " sahut Robi sambil tersenyum, setelah tepat jam 08 30 dimulailah concert kara Robi menonton di bangku paling depan, tiba tiba concert berhenti, semua penonton bingung tiba tiba nama Robi di panggil, " bagi yang bernama Robi di harap maju ke panggung ", dengan bingung Robi maju setelah sampai di atas panggung tiba tiba tirai panggung terbuka dan Robi melihat banyak staff dari kara yang membawa lilin dan membawa plat besar yang bertuliskan " happy birthday to you " dan munculah dari belakang kerumunan staff kara, yaitu kang Jiyoung yang membawa kue sambil menyanyikan lagu ulang tahun karena terharu Robi hampir menangis, dan Jiyoung menghampirinya dan memberikan sepotong kue di makanlah sepotong kue tersebut oleh Robi, setelah memberikan sisanya pada member kara Robi langsung memeluk Jiyoung seraya berkata " terimakasih atas semuanya Jiyoung ", " ita itulah gunanya kekasih " ucap jiyoung,
penonton pun ikut terharu dan Robi memgang pipi Jiyoung, dan Jiyoung hanya tersenyum tersipu malu, karena terbawa suasana penonton pun meneriaki " cium, cium, cium, ", akhirnya Robi pun mencium kening Jiyoung dan berkata " aku mencium keningmu karena ciuman kening adalah ciuman kasih sayang ",...........to be continued



  • Royoung story eps 17 Insonesian version
setelah acara selesai memver karamenemui Robi termasuk Jiyoung, mereka mengucapkan selamat atas ulang tahun Robi dan atas jadinya mereka sebagai sepasang kekasih meskipun sebenarnya Jiyoung dan Robi telah lama menjadi kekasih mungkin sekitar 3 bulan, " selamat ya..? atas hubungannya...!! " ujar member kara sambil menggoda Jiyoung, Jiyoung semakin malu sampai sampai wajahnya memerah, " ya, gomawo semuanya " jawab Robi sambil tersenyum, semuanya berdiri dihadapan Robi kesuali Jiyoung yang berdiri di samping Robi, setelah mereka mengobrol Robi pun pamit pulang " ya, sekali lagi terimakasih, nicol, gyuri, hara, seungyoon, beserta staff kara karena telah membuatkan acara paling spektakuler dalam hidupku, dan tidak lupa kepada Jiyoung " ujar Robi sambil mengelus rambut Jiyoung, " saya pamit pulang dulu " sambung robi sambil beranjak pergi, di saat Robi pergi Jiyoung risau karena Jiyoung telah membuatkan surat cinta untuk Robi, " kejar dia selagi belum jauh berikan surat itu padanya " ujar hara, tak pikir panjang Jiyoung pun mengejar Robi ternyata Robi belum jauh, " oppa, tunggu " panggil Jiyoung, Robi pun berhenti dan Jiyoung menghampiri Robi sambil memberikan surat cinta itu, " wah, apa lagi ini..? ini untukku ya..? " tanya Robi, Jiyoung hanya mengangguk," terimakasih Jiyoung " ujar Robi sambil mencium pipi Jiyoung.
setelah itu Robi langsung pulang ke itaewon, mungkin karena kelelahan Robi tak menyapa Mochi yang berpapasan dengannya di jalan, Mochi semakin sedih saat itu, tapi karena kejadian itu Mochi menjadi lebih semangat untuk mendapatkan cinta Robi.
sesampainya Di rumah Robi langsung tidur, keesokan harinya Robi sakit demamtubuhnya mengifil kedinginan, Berita bahwa Robi sakit telah sampai ke telinga so seok, trak pikir panjang so seok langsung mengajak teman temannya untuk menjenguk Robi, " hei, anak buahku akan aku beri tugas penting sekarang guru agama kita sakit 5 orang diantara kalian harus ada yang ke apotek ", merekapun langsung berangkat ke rumah Robi dan di sana sudah banyak orang yangmenjenguk, sesampainya di rumah Robi Soseok langsung memberitahu Jiyoung lewat masage, mendengar kabar itu Jiyoung panik dan langsung pergi ke rumah Robi, tak lama kemudian dia sampai dan langsung menemui Robi dan memegang tangan Robi seraya berkata " apakah kau sakit, perlukah kita ke dokter, dan maafkan aku karena terlambat menjengukmu, aku akan merawatmu sampai sembuh oppa..! ".
Jiyoung pun merawat Robi dengan kasih sayang seperti mengkompres Robi mengambilkan obat dan lai lain, sampai sampai warga yang datang kagun atas kepedulian Jiyoung pada Robi mereka menganggap Robi dan Jiyoung itu suami istri......... to be continued



  • Royoung story eps 18 Indonesian version
Jiyoung terus merawat Robi bahkan Jiyoung menginap di rumah Robi sampai tiga hari karena setelah tiga hari Robi telah sembuh, " Jiyoung kau memang wanita idamanku, aku sangat mencintaimu Jiyoung, insya allah aku tak akan menduakanmu " ujar Robi sambil memegang tangan Jiyoung, " iya, aku melakukan semua ini karena aku sangat mencintaimu oppa " ucap Jiyoung, mendengar perkataan Jiyoung Robi terharu dan langsung memeluk Jiyoung seraya berkata " aku sangat beruntung karena mempunyai kekasih sepertimu ", setelah itu Robi berkata bahwa dia harus pulang ke indonesia untuk sementara "Jiyoung aku harus pulang ke indonesia selama 2 bulan ", " kenapa kamu ingin meninggalkan aku..? apakah kau tidak mencintaiku " tanya Jiyoung sedikit kesal, " aku mencintaimu tapi aku harus membantu kakakku mengelola islamic boarding school, dan ingatlah Jiyoung aku memang mencintaimu tapi cintaku kepada alloh melebihi cintaku padamu..? " jawab Robi, " jadi, oppa kapan berangkatnya..? " tanya Jiyoung sambil cemberut, " setelah hari pernikahan Giong suk, dan jangan cemberut wajahmu terlihat aneh saat kau cemberut " jawab Robi sambil mencubit pipi Jiyoung, akhirnya Jiyoung tersenyum .
setelah mengobrol Robi mengajak Jiyoung jalan kaki keliling itaewon, di setiap mereka berpapasan dengan warga, warga pasti bilang " waah, cocok sekali kapan kalian akan menikah ", Robi dan Jiyounghanya tersenyum setiap warga menggoda mereka.
mereka terus berjalan hingga sampai di sebuah kedai Robi mengajak Jiyoung makan dan minum di situ " ayo Jiyoung kita makan danminum teh di kedai itu " ajak Robi, " baik oppa " jawab Jiyoung sambil mengikuti Robi, tidak di sangka ketika mereka masuk kedalam kedai mereka bertemu dengan Mochi yang sedang minum teh di situ, "wah, assalamualaiku Mochi kita bertemu lagi Mochi, bersama siapa kamu kesini..? " sapa Robi, " bersama Keluargaku, kalo ustadz bersama siapa..? " Mochi balik menanya, " yah saya bersama my yeoja Jiyoung namanya..! " jawab Robi dengan enteng, " salam kenal " sapa Jiyoung, setelah itu mereka memesan teh dan juga makanan Ringan mereka makan sambil bercanda bersama.... to be continue



  • Royoung story eps 19 Indonesian version
setelah selesai makan Robi pamit pulang dulu karena mau mengantar Jiyoung pilang, " maaf paman, bibi, mochi saya harus pulang karena saya harus mengantar Jiyoung pulang ", " " oh iya silahkan " jawab ayah mochi, " assalamualaikum " ucap Robi sambil perlahan meninggalkan kedai. setelah itu Robi langsung mengantar Jiyoung pulang sesampainya di depan Rumah Jiyoung, Jiyoung mengajak Robi masuk " ayo oppa, biar aku kenalkan padamu keluargaku ", " iya, jika kamu yang minta " jawab Robi sambil mengikuti Jiyoung, setelah mereka sampai di dalam ayah Jiyoung bertanya " dari mana saja kau ...? ", saat Jiyoung hendak menjawab Robi langsung menyahut " maaf paman karena saya Jiyoung tidak pulang, saya ingin mengantarkannya pulang tapi saya sakit jadi tidak bisa mengantarkan Jiyoung pulang saat itu ", " apakah kamu Robi yang sering di ceritakan Jiyoung " tanya ayah Jiyoung, " iya paman " jawab Robi samil tertunduk, " oh ternyata kamu, ya tidak apa apa aku memaafkan kamu, oh silahkan masuk " ajak ayah Jiyoung, Robi terlihat lega dan tersenyum, merekapun menuju ruam tamu dan mereka mengobrol, " yah Jiyoung itu dulunya kalo bangun itu agak siang sekitar jam 09 00 dia baru bangun tapi setelah menjadi gfmu dia jam 07 00 pagi sudah bangun " ujar ayah Robi sambil tertawa, " wah, benarkah saya bahkan tidak menyadarinya " jawab Robi sambil ituk tertawa, setelah beberapa lama mereka mengobrol Robi pamit pulang " maaf paman saya harus pulang " sambiul mencium tangan ayahnya Jiyoung, ayahnya Jiyoung kaget dan bertanya " kenapa kau mencium tanganku ", " ini dalam islam artinya menghormati orang yang labih tua, lebih tua umurnya, ilmunya dll, dan mencium tangan artinya kasih sayang pada yang lebih tua " perjelas Robi, ayah Jiyoung tersenyum lebar, dia kagum atas jawaban Robi, " saya pamit paman " ucap Robi sambil keluar Rumah.
Jiyoung hanya di dalam kamar, dia melihat Robi dari dalam kamarnya sambil tersenyum dia melambaikan tangan kepada Robi saat hendak pulang.
sejak saat itu Robi sering berkunjung ke Rumah Jiyoung, 7 hari telah berlalu dan tiba saatnya Giong suk menikah, Robi akan datang ke pernikahan Giong suk dan Robi ingin mengajak Jiyoung dengannya ke pernikahan Giong suk di busan, saat itu jam 07 30 pagi Robi pergi ke rumah Jiyoung dan setibanya di rumah Jiyoung Robi bertanya pada ayahnya Jiyoung " Jiyoung sudah bangun paman ", " belum dia masih Tidur di kamarnya, tapi mari aku antar kekamarnya bangunkan dia " jawab paman sambil ter senyum, Robi pun mengikuti ayah Jiyoung menuju karanya Jiyoung, " ini dia kamarnya masuklah dan bangunkan dia " suruh ayahnya Jiyoung, Robi pun masuk dan melihat Jiyoung masih tertutup selimut Robi pun menepuk tangan Jiyoung sambil berkata " sayang bangun, katanya mau ikut denganku ", mendengar suara Robi Jiyoung langsung bangun dan kaget, bukannya langsung bangun malah dia menutupi wajahnya dengan selimut karena malu, dengan perlahan Jiyoung turun dari tempat tidur menuju kamar mandi dan masih menggunakan selimut, " aku tunggu kamu di ruang tamu " kata Robi sambil keluar dari kamar Jiyoung... to be continued



  • Royoung story eps 20 Indonesian version 
setelah keluar dari kamar Jiyoung Robi menunggu di ruang tamu bersama ayahnya, agar tidak jenuh Robi bermain catur dengan ayahnya Jiyoung, " mm lama sekali Jiyoung itu " ujar ayah Jiyoung, " apakah Jiyoung kalau dandan selalu lama ya paman...?? " tanya Robi sambil tersenyum, " tidsk selalu, tapi jika pergi ke acara acara penting ya seperti ini " jawab ayahnya Jiyoung sambil tertawa, setelah beberapa menit mereka menunggu akhirnya Jiyoung keluar dia menggunakan gaun putih dan terlihat sangat cantik, Robi pun terkejut melihatnya seraya berkata " subhanallah maha suci allah menciptakan wanita sepertimu ", Jiyoung pun menghampiri Robi dan berkata " ayo oppa kita berangkat bukakah tempatnya jauh ", " tidak, Giong suk memindahkan tempat pernikahan dia pindah ke Itaewon agar aku mudah datang ke pernikahannya " jawab Robi masih terkagum kagum oleh Jiyoung, " kenapa oppa memandang ku seperti itu, kau membuatku malu " tanya Jiyoung sambil tersipu malu, " oh iya maaf, aku hanya kagum padamu, oh iya paman kami harus pergi kami pamit dulu ya paman...!! " ucap Robi sambil keluar dariRumah dan Jiyoung mengikutinya keluar, akhirnya merekapun berangkat ke Itaewon.
setelah beberapa lama perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat acara pernikahan Giong suk, semua orang memberi selamat kepada Giong suk atas pernikahannya termasuk Robi dan Jiyoung, " selamat atas pernikahanmu ya giong suk " ucap Robi sambil bersalaman dengan Giong suk, " iya terimakasih ustadz " ucap Giong suk, " apakah so seok dan mochi datang..? " tanya Robi, " iya mereka datang Mochi sendiri kalau so seok bersama yeojanya " jawab Giong suk, setelah mengucapkan selamat mereka memakan hidangan dan berbincang bincang, setelah acara akan selesai Giong suk mengajak Robi, Jiyoung so seok bersama pasangannya dan mochi untuk berfoto bersama giong suk, " mari ustadz dan teman teman kita ber foto bersama " ajak Giong suk.
setelah acara selesai Robi mengantar Jiyoung pulang, saat akan memasuki mobil Jiyoung berkata " kapankah Kita akan seperti mereka ", " yakelak jika Allah telah menghendaki " jawab Robi dengan enteng, " oh iya besok aku akan pulang ke indonesia " sambung Robi, dengan cemberut Jiyoung berkata " jangan lama lama ".....to be
continued
 


  • Royoung story eps 21 Indonesian version 
setelah selesai acara akhirnya Robi mengantar Jiyoung ke rumahnya, tak beberapa lama perjalanan akhirnya mereka pun sampai di di depan Rumah Jiyoung, Jiyoung mengajak Robi masuk tapi Robi menolak dan berkata " aku harus siap siap karena besok aku harus pulang ke Indonesia ", " memangnya oppa berangkat jam berapa " tanya Jiyoung sambil memasang muka sedih , " jam 08 30 pagi, dan jangan sedih aku hanya 2 bulan ke Indonesia " jawab Robi sambil memegang pipi Jiyoung, tanpa berkata apapun Jiyoung langsung memeluk Robi seraya berkata " jangan pergi terlalu lama ", " kan sudah aku bilang cuma 2 bulan dan kamu masih bisa menghubungiku lewat mobile phone, setelah mengobrol agak lama akhirnya Jiyoung masuk ke Rumahnya, dan setelah Jiyoung masuk Robi langsung bergegas pulang.
sesampainya di rumah Robi lang sung bersia siap seperti memasukkan baju dan barang barang yang mungkin di perlukan, tiba tiba so seok datang dan berkata " mau saya bantu ustadz ", " ya silahkan " jawab Robi sambil memasukan baju baju ke dalam koper, setelah mereka selesai Robi dan so seok langsung duduk dan istiraha Robi pergi membuatkan minum untuk so seok, setelah mereka minum Robi pamit pergi " so seok aku pergi dulu aku harus berpamitan pada jamaah dan para warga ", Robi pun pergi ke rumah Rumah warga dan berpamitan kepada mereka, tapi parawarga bingung dan bertanya " lalu jika ustadz pulang yang mengisi pengajian nanti siapa..?? ", insya alloh, Giong suk yang akan menggantikan saya sementara " jawab Robi, setelah berpamitan dengan warga Robi pulang kerumah dan istiraha setelah istirahat dia sholat maghrib setelah sholat maghrib dia berpamitan kepada jamaah yang ada di masjid, " jadi, besok ustadz pulang jam berapa " tanya jamaah, " sekitar jam 08 30 pagi " jawab Robi, mereka mengobrol di depan masjid sampai jam isya', merekapun pergi berwudlu untuk melaksanakan sholat isya dan Robi yang menjadi imam setelah sholat isya Robi mengadakan kultum seperti biasa, setelah selesai kultum semua jamaah termasuk Robi pulang.
setelah sampai di rumah Robi langsung tidur, setelah Robi bangun sekitar jam 04 30 pagi, dia langsung pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah setelah selesai sholat dia langsung mengisi kultum seperti biasa, setelah acara selesai di keluar dari masjid saat berada di depan masjid dan hendak pulang dia di panggil para jamaah " ustadz, nanti pagi kami akan mengantarmu sampai bandara ", " terimakasih " jawab Robi sambil tersenyum manis.
stelah jam 08 00 Robi bersiap dan membawa koper kopernya keluar dari rumah menuju mobil yang di sediakan masyarakat di saat Robi hendak masuk ke mobil tiba tiba mobil Jiyoung datang dan berhenti di belakang mobil yang akan di tumpangi Robi, Jiyoung keluar dari mobilnya dan berkata " aku ikut mengantarkan oppa ke bandara " , " iya silahkan dan ayi cepat berangkat " ajak Robi sambil masuk ke dalam mobil..... to be continued



  • Royoung eps 22 Indonesian version 
setelah itu mereka berangkat menuju bandara, tak begitu lama perjalanan akhirnya mereka sampai merekapun masuk kebandara dan mencari ticket untuk ke Indonesia setelah mendapatkannya Robi menunggu pesawat berangkat, tak lama kemudian pengumuman bahwa pesawat akan berangkat, Robi pun bersiap untuk naik pesawat dan juga berpamitan kepada warga dan teman teman yang mengantar, " saya pergi dulu ya assalamualaikum " ucap Robi, " waalaikum salam dan semoga selamat sampai tujuan " ucap para warga, tapi tiba tiba Jiyoung menghampiri Robi dan menangis seraya berkata " aku akan selalu merindukanmu dan mencintaimu walau kau pergi ", Robi pun melepaskan pelukan Jiyoung seraya berkata " kau mungkin tak tahu betapa aku mencintaimu, dan aku rasa sekarang waktunya untukku pergi, sampai jumpa Jiyoung ", Jiyoung hanya memandang Robi dari ke jauhan sedangkan para warga terharu melihat mereka, mochi pun menghampiri Jiyoung dan berkata " ustadz tidak pergi tuk selamanya, dan aku rasa kau sangat beruntung karena dia sangat mencintaimu seperti kau yang mencintainya.
setelah berpamitan Robi langsung menaiki pesawat, sedangkan para warga pulang termasuk Jiyoung pun pulang tapi dia tetap sedih, sesampainya di rumahnya Jiyoung di tanya oleh hara " ada apa...? ", Jiyoung hanya menggelengkan kepala sambil terus berjalan menuju kamarnya, hara masih penasaran dan menghampiri Jiyoung di kamarnya dan bertanaya lagi " kenapa kau sedih, ceritakan padaku..? ", " Robi oppa pulang ke Indonesia selama 2 bulan " jawab Jiyoung, " ooh jadi begitu, mudah saja tinggal kau kirim pesan melalui mobile phon, lagi pula cuma 2 bulan " ucap hara sambil tersenyum, setelah mendengar saran hara Jiyoung sedikit tidak sedih lagi " ya betul juga, jika aku merindukannya akan aku hubungi, oh iya bukankah lusa kita ada show di jepang ", " iya, jadi jangan bersedih dan bersiap untuk show lusa " jawab hara, akhirnya mereka pergi ke tempat studio kara dan berlatih untuk persiapan show lusa depan.
sedangkan Robi dalam perjalanan menuju Indonesia mungkin sekitar 6 jam Robi sampai di bandara soekarno hatta di jakarta setelah sampai dia melanjutkan perjalanan menuju kotanya, setelah sampai ternyata dia telah di tunggu oleh para santri islamic boarding school yang di kelola oleh kakaknya, diapun pulang menuju IBS (islamic boarding school), tak lama perjalanan dia sampai dan setelah itu dia istirahat, sampai ke esokan harinya tepatnya jam 04 32 pagi dia terbangun dia pun berwudlu sambil menunggu adzan setelah adzan selesai dia pun sholat erjamaah yang di pimpin kakaknya, setelah selesai dia mengadakan sorogan atau memuka kembali pelajaran yang sudah di pelajari bersama para santri, dan setelah sorogan selesai dia berkata " saya tahu anda pasti berfikir kenapa di adakan sorogan mendadak pasti anda ada yang mengantuk, tapi sungguh setelah subuh adalah waktu yang tepat untuk mengulang kembali pelajaran karena pikiran masih segar setelah bangun tidur bisa di katakan masih kosong agar tidak di masuki syetan lebih baik otak kita di masuku ilu bukan begitu, aku dulu juga malas tapi aku melawannya "...to be continued



  • Royoung story eps 23 Indonesian version
sedangkan Jiyoung yang di tinggal Robi ke Indonesia untuk sementara berusaha agar tidak terlalu sedih dengan menjalani aktifitas seperti jalan jalan bersama member kara yang lain tapi dia malah teringat saat jalan jalan bersama Robi di taman, teman temannya tahu kalau Jiyoung sedih jadi mereka mencoba menghibur Jiyoung dengan mengajaknya ke tempat hiburan, dan mereka bersenang senang bersama tapi tiba tiba saat mereka bermain game Jae sung datang dan berkata " aku akan menemanimu selama Robi tidak ada ", Jiyoung kaget melihat Jae sung seraya berkata " maaf Jae sung tapi walaupun Robi jauh aku tetap mencintainya ", " tidak au tidak ingin merebutmu darinya aku hanya ingin menjadi temanmu " jawab Jae sung dengan tersenyum, akhirnya Jae sung ikut bermain game dan mereka bersenang senang bersama, setelah mereka selesai bermain merekapun pulang ke apartemen kara Jae sung mengantar Jiyoung ke apartemen kara, setelah sampai didepan apartemen kara Jiyoung turun dan berkata " terimakasih Jae sung ", Jae sung pun turun menghampiri Jiyoung dan berkata " maaf Jiyoung tapi apakah tidak ada tempat di hatimu untukku ", " maaf tapi tidak ada " jawab Jiyoung sambil memasuki apartemen, setelah Jiyoung masuk Jae sung hanya berkata dalam hatinya " aku akan berusaha agar kau mencintaiku lagi, itulah yang di katakan Robi ".
setelah memasuki apartemen Jiyoung langsung mengambil mobile phonnya dan bermaksud menghubungi Robi tapi saat di hubungi yang mengangkat telphonnya bukan Robi tapi so seok " hallo, Jiyoung mobile phonnya Robi tertinggal di rumahnya ",
" oh jadi begitu ya, ya tidak apa apa kalau begitu " ucap Robi sambil menutup telphonnya, Jiyoung bingung bagaimana caranya menghubungi Robi tapi dia teringat Jika Robi mempunyai FB dia mengirim masage lewat FB tapi sayangnya Robi terlalu sibuk sampai tidak sempat membuka FB.
setelah 1 bulan berlalu ternyata tugas Robi lebih cepat selesainya Robi sangat bersyukur " alhamdulillah aku bisa kembali ke korea dengan lebih cepat aku ingin menghubungi Jiyoung " sata Robi mencari mobile phonnya tapi dia tersadar Jika dia meninggalkannya di Rumahnya di Itaewon " masya allah ternyata tertinggal, hah tapi tidak apa apa aku akan memberi kejutan kepada Jiyoung ", Robi pun berangkat ke bandara menuju ke korea setelah perjalanan selama 6 jam ia sampai di korea dan langsung menuju Itaewon setelah sampai di Itaewon di sholat maghrib para jamaah sangat jaget sekaligus bahagia melihat Robi datang, " wwahh alhamdulillah ustadz telah datang kapan ustadz datang " tanya para jamaah, " oo tadi sore sekitar jam 05 00 sore " jawab Robi sambil tersenyum, " katanya ustadz 2 bulan tapi kok masih satu bulan sudah datang " tanya jamaah tadi, sambil tersenyum Robi menjawab " iyaa disana saya hanya mendirikan majelis ngaji kitab kuning dan setelah selesai ya saya pulang dan alhamdulillah 1 bulan sudah selesai " jawab Robi, Robi pun pamit pulang dan sesampainya di rumah dia istirahat, keesokan harinya dia pergi ke Universitas itaewon tapi ternyata dia di pindah kerjakan untuk praktek mengajar di universitas seoul.... tobe conti nued



  • Royoung story eps 24 Indonesian version
setelah mengetahui bahwa ia di pindah kerjakan karena untuk dalam rangka perkenalan semua agama pada mahasiswa di universitas sungkyunkwan, dia sangat senang mendengar hal itu karena dia mewakili umat islam di korea untuk mengenalkan islam kepada mahasiswa, setelah itu dia berangkat ke sungkyunkwan unyversity, setelah agak lama perjalanan dia sampai sekitar jam 09 00, setelah sampai ia langsung pergi ke ruang guru dan menunggu jadwal mengajar.
sedangkan Jiyoung berangkat ke university setelah beberapa minggu ini dia tidak bisa datang karena ke sibukan akhirnya dia sampai dan langsung memasuki ruang kelas dan tiba tiba dosen memberitahukan akan ada dosen baru yang akan menerangkan tentang agama islam " sekarang akan ada dosen baru yang akan menerangkan tentang agama islam supaya kita bisa saling menghormati agama saudara saudara kita yang berbeda agama dari kita ", tak lama setelah dewan dosen keluar datanglah dosen baru, Jiyoung sangat kaget karena dosen baru itu adalah Robi, " selamat pagi teman teman, nama saya Robi saya dari Itaewon bukankah tadi dewan dosen telah memberi tahu kalian apa materi yang akan saya sampaikan...? ", " sudah pak " jawab semua mahasiswa kecuali Jiyoung yang masih terkejut atas kedatangan Robi, saat Robi melihat Jiyoung Robi sengaja ingin mengerjai Jiyoung, " hey, kau kenapa kamu melamun saja cepat maju ke depan " ucap Robi sambil menunjuk ke arah Jiyoung, dengan kaget Jiyoung maju, " siapa namamu..? " tanya Robi berlagak tidak kenal, " apakah kamu lupa " Jiyoung ganti bertanya, dengan enteng Robi menjawab " memangnya kita pernah bertemu sebelumnya ", " baiklah namaku Jiyoung " ucap Jiyoung , " apa yang kamu lamunkan " tanya Robi, " anda pak " ucap Jiyoung, " oooo silahkan duduk " surh Robi, setelah itu Robi menyampaikan materi hingga jam 12 00 selesai pelajaran, setelah selesai semua murid keluar dan ketika Robi hendak keluar Jiyoung memanggilnya " hey oppa ", Robi pun menoleh dan menjawab " ada apa..? ", tanpa mengucap kata kata Jiyoung menghampiri Robi dan memeluknya seraya berkata " aku Rindu sekali kepadamu, kapan kau datang Oppa..? ", sambil membalas pelukan Jiyoung Robi berkata " kemarin sore dan sungguh aku sangat merindukanmu juga ", sambil melepas pelukannya Robi berkata " tapi ingatlah kita disini berstatus guru dan murid tapi jika nanti telah pulang aku adalah kekasihmu ", Jiyoung hanya mengangguk dan setelah itu mereka pulang.
.....yo be continued



  • Royoung story eps 25 Indonesian version
setelah itu mereka pun pulang dan Robi mengantarkan Jiyoung ke rumahnya, setelah sampai ke rumahnya Jiyoung turun dari mobil dan Jiyoung berkata kepada Robi " oppa, nanti kita jalan jalan lagi ya jam 07 30 malam ", Robi hanya berkata " iya, aku akan menunggumu di taman seperti biasa ", lalu Robi langsung pulang, setelah beberapa menit perjalanan akhirnya dia sampai di Itaewon sesampainya di rumah dia kaget banyak warga yang menunggunya di depan Rumah termasuk So seok dan Giong suk, " selamat datang kembali ustadz " ucap semua warga, " iya " iya terimakasih banyak " jawab Robi sambil tersenyum , setelah mereka bersalaman Robi mengajak mereka masuk tapi parawarga sibuk jadi harus segera pulang " maaf ustadz kami tidak bisa lama lama karena masih banyak pekerjaan yang harus kami kerjakan ", iya tidak apa apa " jawab Robi dengan tersenyum, semua warga pulang kecuali So seok dan Giong suk, mereka pun masuk ke Rumah Robi sesampainya di salam So seok lang sung berkata " ustadz kemarin saya boss besar gang motor datang kepada saya dan menyuruh saya untuk bergabung bersama mereka tapi saya dan teman teman saya menolak, dan boss besar berkata Jika kalian tidak mau kalian akan saya bunuh kecuali kami bisa mengalahkannya dalam duel nanti jam 09 00 ",
tenanglah saya akan menemanimu kesana an jika saya bisa membantu akan saya bantu dengan sekuat tenaga " ucap Robi berusaha menenangkan So seok, " dan saya Juga bilang saya mempunyai guru yang sangat kuat dan dia yang akan mengalahkanmu " ujar So seok, " owh jadi begitu baiklah nanti malam kamu berangkat dulu karena aku ada janji dengan Jiyoung " saran Robi.
setelah sholat isya So seok telah tidak ada dia berangkat bersama ke 5 anak buahnya, Robi sedikit khawatir tapi dia mempunyai janji dengan Jiyoung " apa boleh buat aku harus pergi menemui Jiyoung dulu baru membantu So seok ", Robi berangkat ke taman dimana Jiyoung telah menunggunya disana, setelah sampai Robi mengajak Jiyoung ke tempat makan di dekat sungai di seoul, setelah mereka sampai Robi memean makanan yang halal, mereka makan bersama, melihat Robi yang cemas Jiyoung memegang tangannya seraya berkata " oppa ada apa ", tiba tiba Robi bangkit dari tempat tidur dan berkata " maaf Jiyoung aku harus pergi ini penting ", Jiyoung penasaran dan mengikuti kemana Robi pergi.
sedangkan So seok telah di pukuli oleh boss besarnya yang bernama Lee rae sub, " mana gurumu " tanya Rae sub tiba tiba " aku disini " jawab Robi dari kejauhan, Robi langsung menaiki Ring, tanpa basa basi Rae sub lang sung menyerang tapi belum sampai 2 menit Rae sub telah terjungkil balik, semua anak buahnya yang berjumlah lebih dari 40 orang menyerang, Robi hanya berkata " akan kutunjukan neraka kalian ", ini pertama kalinya So seok melihat Robi se serius ini, dengan beberapa gerakan satu persatu tulang mereka di hancurkan Oleh Robi dengan gerakannya yang menakutkan bahkan So seok sangat kaget, dalam waktu 10 menit tinggal 7 orang yang bertahan 38 orang telah terbujur tak berdaya......... to be continued



  • Royoung story eps 26 Indonesian version
karena merasa kesal kepada Jiyoung Robi pun langsung pamit pulang kepada ayahnya Jiyoung, " paman saya pulang dulu ", karena menyesal Jiyoung menghampiri Robi yang akan menaiki sepeda motornya untuk pulang ke itaewon, dan Jiyoung memanggil Robi " oppa, ", Robi hanya menoleh tanpa mengatakan sepatah kata pun, " maafkan aku oppa, aku janji tidak akan mengulangi perbuatanku lagi " ucap Jiyoung karena menyesal, " renungilah perbuatanmu dan jangan menghubungiku sebelum kau sadar apa kesalahanmu " ucap Robi sambil pergi meninggalkan Jiyoung.
Jiyoung terus menyesal dan saat jam 02 00 siang dia berencana pergi ke rumahnya Robi untuk meminta maaf, tapi sesampainya di Itaewon dia melihat Robi yang duduk bersama Mochi, Jiyoung merasa cemburu dan langsung pergi melihat Jiyoung pergi, Robi langsung mengejar Jiyoung, Robi berhasil mengejar Jiyoung dan dia bertanya kepada Jiyoung " kenapa kamu pulang ", " oppa selingku dengan Mochi " ucap Jiyoung sambil menangis meninggalkan Robi, karena kaget mendengar penjelasan Jiyoung Robi dengan sendirinya melepaskan tangan Jiyoung, Jiyoung langsung pergi ke taman dia menyendiri di sana, tiba tiba Jae sung datang dan bertanya kepada Jiyoung " kenapa kau menangis, apa karena Robi ..? ". " semua lelaki sama saja mereka suka membuat hati wanita sakit ku kira Robi lebih baik darimu ternyata dia lebih jahat darimu " jawab Jiyoung sambil menangis, melihat Jiyoung sedih Jae sung memanfaatkan untuk mendekati Jiyoung, Jae sung mencoba menenangkan Jiyoung dengan mengajaknya jalan jalan, mereka bersenang senang bersama sampai Jiyoung melupakan masalahnya, akhirnya mereka membeli ice krim setelah membeli ice krim mereka jalan jalan sambil menghabiskan ice krim, saat mereka jalan jalan tiba tiba Robi datang dan berkata " aku ingin menjelaskan tadi kami hanya membicarakan tentang jamiah islamiah untuk para gadis dan ibu ibu " ...... to be continued



  • Royoung story eps 27 Indonesian version
mendengar penjelasan dari Robi Jiyoung ingin memaafkannya tapi ketika Jiyoung hendak mengatakan sesuatu Jae sung langsung menarik tangan Jiyoung pergi meninggalkan Robi sendirian, dari kejauhan Jiyoung memandang Robi yang hanya duduk terdiam sambil tertunduk, tapi Jiyoung tidak punya pilihan lain karena ia terpaksa pergi karena di tarik oleh Jae sung, saat Robi duduk dalam kesunyian tiba tiba datanglah So seok mengulurkan tangannya sambil berkata " bangunlah ustadz, bukankah ustadz sendiri yang berkata bahwa di butuhkan rasa sakit yang dalam untuk menjadi kuat ", mendengar perkataan So seok Robi terbangun, setelah Robi terbangun So seok berkata lagi " saya sudah tahu apa yang terjadi, tapi lupakanlah, oh iya tadi ada telphon dari Indonesia dia berkata dia adalah temanmu ", " benarkah siapa namanya " tanya Robi sambil sedikit terkaget, " insya allah namanya Aji " jawab So seok sedikit mengingat ingat, " apa yang dia katakan " tanya Robi lagi, " dia berkata Ingin ke sini bersama teman temannya " jawab So seok, " waaah alhamdulillah kalau begitu, mari kita pulang " ajak Robi, akhirnya mereka pun pulang saat sampai di Itaewon Robi terkejut karena melihat 5 temannya ada di sana, sambil berlari menuju temannya Robi berkata " teman teman lama tidak bertemu ", mereka berpelukan setelah Itu mereka masuk kedalam Rumahnya Robi sambil berbincang bincang.
setelah sampai di dalam Robi mengenalkan teman temannya kepada So seok " ini adalah tema temanku, dia bernama Aji, Zuhur, Wahbi, Rizal, Ulil, mereka akan membantu kita menyebarkan islam di Korea ini ", " salam kenal " ucap ke empat teman Robi kepada So seok, mereka pun saling berkenalan dan saling bertanya tentang diri mereka satu sama lain, setelah waktu di rasa sudah malam mereka memutuskan tidur, " lebih baik kita tidur ini sudah jam 11 00 pm " ajak Robi kepada mereka, setelah pagi tiba Robi mengajak mereka jalan jalan ke Itaewon dan seoul, tiba tiba Mochi datang dan berkata " ustadz, maaf soal kemarin ", " ya itu bukan salahmu itu memang salah kami " jawab Robi dengan enteng, " siapa mereka ustadz "tanya mochi, " oh iya mereka adalah partnerku yang akan membantuku untuk menyebarkan islam di korea " jawab Robi sambil tersenyum, tanpa rgu mochi mengucapkan salam kepada mereka " assalamualaikum salam kenal ", mereka ber empat hanya terdiam karena kagum akan kecantikan mochi tapi tak lama mereka pun akhirnya menjawab " wa'alaikum salam ", " gus, dia siapa kok cantik sekali " tanya wahbi salah seorang teman Robi, " muridku namanya mochi " jawab Robi, akhirnya mereka kembali ke Itaewon dan memulai rencana IBS seoul center yang diawali mendirikan madrasah diniyah,.... to be continued



  • Royoung story eps 28 Indonesian version
setelah beberapa bulan mereka di seoul akhirnya Robi dan teman temannya membangun madrasah diniyah, satu persatu warga Korea masuk islam dan mereka juga mencoba ikut belajar di madrasah diniyah, setelah madrasah semakin besar mereka semua senang dan pada suatu ketika Robi duduk merenung di depan masjid setelah mengajar di madrasah diniyah, tiba tiba Mochi datang dan bertanya kepada Robi " ustadz apakah kau tidak apa apa ", " iya hanya sedang merenung, aku rindu kakakku, adikku dan aku rindu saat dulu Jiyoung datang dan mengajakku jalan jalan " jawab Robi sambil memandang langit, " oo, maafkan aku karena aku hubungan anda menjadi rusak " ucap Mochi menyesal, " tidak apa apa, mungkin dia akan lebih bahagia dengan Jae sung, lagi pula kebahagiaan Jiyoung adalah kebahagiaanku " ucap Robi mencoba menenangkankan Mochi, setelah berbincang Robi pamit pulang, " aku pulang dulu ya, assalamualaikum " ucap Robi sambil beranjak pergi meninggalkan Mochi, " wa'alaikum salam wr wbr " ucap Mochi.
sesampainya di rumah tiba tiba telphon berdering dan Robi pun mengangkatnya " halo assalamualaikum siapa ya..? ", " mas, aku sudah belajar jurus muay tai aku akan datang kesana dan kita akan bertanding hehe " ucap lelaki yang ada dalam telphon itu, " Aries, apa ini benar kamu, baiklah datang kemari dan kalahkan kakakmu ini " ucap Robi sangat bahagia, " oh iya Riez aku akan menganalkanmu dengan seseorang dan kau pasti akan terkejut " sambung Robi, " siapa mas..? " tanya Aries " pokoknya kamu kesini nanti akan ku kenalkan " jawab Robi, mereka terus berbibncang bincang sampai tak terasa waktu telah hampir malam, " mas, sudah dulu telphonnya pulsaku habis...!! " ucap Aries, " kamu tidak pernah bondo gratisan saja kamu ris ris. ya sudahlah assalamualaikum " ucap Robi, " walaikum salam, oh iya besok pagi mungkin aku sudah sampai..!! " perjelas Aries, " iya akan ku jemput, " ucap Robi sambil menutup telphon, setelah itu Robi pergi keteman temannya, dia mencari tapi mereka tidak ada dan Robi terus mencari dan akhirnya merekabertemu di samping masjid, mereka sedang berbincang dengan Mochi, " hey, jadi kalian disini aku cari cari " ucap Robi dari kejauhan, " oh maaf gus " ucap wahby salah satu temannya, " tapi kemana Aji kok tidak ada " tanya Robi, " keluar, katanya mau menemui seseorang di taman " ucap ulil, " oo kalian sudah sholat isya semua " tanya Robi, " sudahlah " jawab semua teman Robi, " ya, oh Mochi cepat pulang ini sudah malam " tegur Robi, " iya ustadz " jawab Mochi, akhirnya Mochi pun beranjak pulang, " gus anda mengganggu orang sedang PDKT, " ucap wahby, " ingatlah ini sudah malam tidak baik wanita malam malam keluar " tegur Robi, setel;ah itu Robi pergi ke seoul untuk jalan jalan sebentar menggunakan sepeda motor, saat dia sampai di samping taman dia melihat Aji sedang jalan berdua dengan seorang wanita, Robi pun menghampiri mereka, " siapa dia Ji " tanya Robi, " dia, dia, " jawab aji gugup, " oooh tidak usah kau katakan akusudah tahu, yang penting jangan pulang telalu malam, kasihan dia jika pulang malam masa wanita kau suruh menemanimu jalan jalan sampai malam hehe " saran Robi sambil tersenyum, " iya siap " jawab Aji, " ya aku pulang dulu, " ucap Robi sambil meneruskan perjalanan pulang ke Itaewon,
sesampainya di Itaewon dia langsung istirahat tidur, pada keesokan harinya dia mengajak semua anggota madrasah diniyah untuk menjemput Aries di bandara, mereka berangkat ke bandara sekuitar jam 07 30 am, tak lama perjalanan mereka sampai di bandara dan mereka menunggu Aries di sana, tak lama kemudian aries datang dengan membawa koper, mereka semua sangat senang kecuali Mochi yang terpesona oleh Aries, " mas lama tidak berjumpa " ucap aries sambil bersalaman dengan Robi, " ya, seharusnya kau mengucapkan salam terlebih dahulu " tegur Robi, " maaf mas, assalamualaikum ya ustadz " ucap Aries, " ya, jangan memanggilku ustadz aku adalah kakakmu, oh iya perkenalkan ini adikku namanya Ariez " ucap Robi kepada seluruh warga yang ikut, " assalamualaikum, salam kenal " ucap semua warga kecuali Mochi, dan Aries pun menghampiri Mochi dan berkata " assalamualaikum, salam kenal ", mendengar ucapan Aries wajah Mochi memerah dan memandang wajah Aries sambil berkata " wa'alaikum salam ", mereka berdua saling memandang tapi tiba tiba " ehm ehm, waktunya pulang " ucap Robi mencoba mengganggu mereka, " oh iya " ucap Mochi langsung bergegas pulang..... to be continued



setelah itu mereka memasukkan barang barang ke dalam mobil, " ayo kita pulang " ajak Robi sambil beranjak masuk ke mobil, " iya kak " jawab Aries, setelah memasukkan barang mereka berangkat pulang, dalam perjalanan mereka semua bercanda cuma Mochi yang terus memandang ke arah Aries melihat itu Robi menggoda Mochi " hey, Mochi kenapa kamu memandangi Aries terus Kamu suka ya hehehe ", mendengar perkataan Robi Mochi semakin malu wajahnya memerah " tidak tidak " ucap Mochi salah tingkah, melihat tingkah Mochi Aries hanya tersenyum, tak lama perjalanan akhirnya mereka sampai di Itaewon, " akhirnya kita sampai mari masuk " ajak Robi kepada semua warga " waahh ustadz maaf sekali tapi kami masih ada pekerjaan lagi pula kalau kita masuk semua pasti tidak cukup ruang tamunya " ucap sebagian Warga sambil tersenyum, " iya no problem " ucap Robi, akhirnya sebagian warga pulang termasuk Mochi Robi masuk bersama sebagian warga dan teman temannya.
setelah mereka sampai di dalam rumah Robi pun mempersilahkan mereka duduk " silahkan duduk ", " iya " ucap teman teman Robi, " jadi rencana selanjutnya kita apa " tanya Zuhur salah satu teman Robi, " kita dirikan lagi 2RA kita adakan free show, yang bernuansa islami tapi tetap dalam lingkup music korea " ucap Robi, " ya kami setuju tapi kapan show itu akan kita mualai..? " tanya semua orang yang ada di situ, " 2 minggu lagi, " ucap Robi, " jadi sebelum 2 minggu kita harus terus berlatih skill okay " usul Aji, " okay siap, oh iya lebih baik kamu istiraha Aries " ucap Robi, " iya kak " ucap Ariez, aries pun pergi menuju kamar, dia pun beristirahat disana.
di tengah tengah istirahatnya Aries terbangun karena mendebgar suara adzan dzuhur, dia pun menuju masjid saat di depan masjid ia bertemu Mochi, " hay, assalamualaikum " sapa Aries, " ya waalaikum salam, " jawab Mochi sambil menoleh ke arah Aries, setelah ia tahu bahwa itu Aries dia menjadi salah tingkah dan beranjak pergi sambil berkata " maaf, saya harus pergi ", Aries bingung melihat tingkah Mochi dan ia pun meneruska perjalanan ke masjid, tiba tiba ia di panggil oleh seseorang, " hay ris, wah sepertinya aku kalah saingan dengan mu hahahaha tapi aku rela jika Mochi menjadi yeoja mu " ucap Wahby sambil menepuk pundak Aries, " jagalah dia " tambah wahby, " tentu saja " ucap Aries, akhirnya mereka pun pergi ke masjid bersama sama.
hari demi hari berganti hingga tiba saat show, mereka pun bersiap siap dan mereka tampil dengan baik bayhkan menakjubkan.... to be continued



show berjalan menakjubkan semua penonton puas akan penampilan 2RA dan kagum akan budaya islam karena mereka melihat gabungan antara kebudayaan korea dan kebudayaan Islam dan di iringi dengan al banjari, setelah show selesai Robi dan kawan kawan menguapkan terimakasih kepada semua yang hadir " kamsahanmida every body, karena telah sudi menonton pertunjukan kami ", mendengar ucapan itu penonton sangat simpati terhadap 2RA, setelah itu mereka berangkat pulang, saat di perjalanan semuanya kelelahan hanya Aries, Robi dan Mochi yang tetap terjaga, Aries dan Mochi berbincang bincang sedangkan Robi berdiam diri dan sesekali tersenyum melihat Aries dan Mochi yang sedang mengobrol.
tak lama perjalanan mereka pun sampai, Mochi pamit pulang sedangkan Robi dan kawan kawan pulang kerumah Robi, " saya pamit pulang dulu ustadz, assalamualaikum " ucap Mochi, " wa'alaikum salam " jawab Robi.
setelah show itu 2RA semakin terkenal dan sering diundang di acara acara penting tapi Robi jarang datang karena harus mengajar murid di Madin dan di university, pada suatu hari saat Robi duduk di depan Rumahnya sambil minum teh dan membaca koran tiba tiba ada tukang pos datang " maaf tuan, ada kiriman untuk anda dari seoul ", " oh iya terimakasih " uap Robi sambil menerima kiriman itu, setelah itu Robi membuka paket itu dan ternyata dalamnya adalah surat undangan untuk menghadiri acara pertunangan antara Jiyoung dengan Jae sung, melihat itu Robi sedikit kaget dia bergumam dalam hatinya " mungkin ini jlan yang terbaik untukku dan untukmu ", tiba tiba Aji datang dan bertanya " surat apa itu istadz ", tanpa mengucap sepatah kata pun robi menyodorkan seurat itu kepada aji, setelah membaca surat itu Aji kaget dan berkata " apa apaan ini, apa maksudnya ini .... dia memang ingin memanas manasi anda ", " tenanglah Ustd Aji, walaupun begitu aku akan tetap datang besok " ucap Robi dengan ekspresi sedikit sedih.
keesokan harinya sekitar jam 03 30 PM setelah shalat ashar Robi berangkat ke aara itu, tak lama diapun sampai setelah sampai Robi menghampiri Jiyoung dan Jae sung dan menguap kan selamat sambil tersenyum " selamat ya....?? semoga kalian bahagia jangan lupa kalau menikah undang aku lagi ya..! hehe ", melihat Robi Jiyoung meneteskan air mata dan langsung pergi ke belakang karena Jiyoung tidak mau ada orang yang melihatnya " kenapa kau berkata seperti itu seharusnya kau emburu dan tidak terima oppa "...... to be contined


di saat Jiyoung tengah menangis tersedu sedu tiba tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang, Jiyoung pun menoleh ternyata itu adalah Jae sung. " tenanglah, dan jangan menangisi lelaki eperti dia dia kan sudah merelakanmu apa kau tidak mendengar perkataannya tadi, dia masa lalumu aku masa depanmu " ucap jae sung mencoba menenangkan Jiyoung, mendengar ucapan Jae sung Jiyoung merasa sedikit tenang, dia mengusap air matanya lalu pergi menemui tamu undangan bersama Jae sung. 3 jam telah berlalu dan acara pun akhirnya selesai. Robi pu berpamitan pulang kepada Jae sung Dan Jiyoung " saya pamit pulang karena saya masih banyak urusan, terimakasih undangannya ", " iya sama sama " ucap Jae sung. melihat Robi beranjak pergi Jiyoung hanya tertunduk karena masih merasa sedih.
setelah itu Robi pulang, dalam perjalanan dia meneteskan air mata, dia bergumam sendiri dalam hatinya " aku tak tahu apa yang aku rasakan ini bercampur antara rasa sedih , cemburu, bahagia, aku harus apa ya Allah, tapi Jika ini yang terbaik untuk Jiyoung dan aku biarlah ini terjadi ". setelah beberapa lama perjalanan akhirnya Robi sampai di rumah, tanpa mengatakan apa pun kepada Aji dan Aries yang sedang berbicara di depan tv,. " ada apa dengan kakak, " tanya Aries kepada Aji, aji hanya menggeleng. ke esokan harinya Robi bangun seperti biasa dia pergi ke masjid dan menjadi Imam sholat, setelah itu sekitar jam 08 30 am Robi berangkat ke University. setelah itu Robi pulang dan saat di perjalanan ia melihat Aries dengan Mochi sedang berjalan bersama, akhirnya Robi berhenti dan turun dari mobilnya untuk menemui Aries. " ooo semakin lama kalian semakin serasi, oh iya jangan lupa ris aak Mochi makan malam di rumah kita dan Mochi jangan menolak ya, ini permintaan calon kakak ipar mu " ucap Robi sambil tersenyum, " iya kak " jawab Aries. setelah menemui Aries Robi pulang dan duduk di depan Rumahnya sambil minum teh dan membaca koran. 4 jam telah berlalu Mochi dan Aries datang, dan ketika mereka masuk ternyata Robi dan yanglain telah ada di dalam, " assalamu'alaikum " ucap Mochi dan Aries, " wa'alaikum salam " jawab semua rang yang ada di sana, " silahkan duduk dan mari kita makan dan mengobrol " ajak Robi, setelah itu Aries dan Mochi duduk dan mereka semua bercanda mengobrol bersama, " oh iya apakah kau siap Jika nanti Aries akan melamar mu ..? " tanya Robi, dengan sedikit kaget dan bahagia Mochi menjawab " Insya allah ". " bisakah kita syukuran ke restoran dan mengajak sebagian warga untuk syukuran atas ke majuan 2RA sebagai islamic boy band " ucap Wahby.
6 hari telah berlalu tiba tiba Aji bercerita kepada Robi " ustadz saya ingin berbicara sesuatu kepadamu ", " sialahkan " ucap Robi, akhienya mereka duduk dan Aji menceritakan kepada Robi " ustadz saya kemarin di tembak sama seorang gadis yang telahlama ku kenal namanya natasya tapi saya tidak mencintainya saya harus apa ustadz ", Robi pun menjawab degan tenang " katakan kepadanya bahwa kamu sangat menyayanginya sebagai teman, dan tidak bisa mencintainya sebagai kekasih "....to be continued


setelah mendengar saran dari Robi, aji menjadi sedikit lega dia pun pergi untuk menemui So yeon pacarnya, mereka janjian bertemu di sebuah kedai di daerah seoul. tak beberapa lama Aji pun sampai di kedai itu dan yeoni telah menunggunya di sana. " aku ingin bertanya sesuatu padamu ..? " ucap yeouni, " apa silahkan " ucap Aji sambil beranjak duduk di samping Yeoni, " kemarin ada seorang wanita dan dia bertanya kepadaku tentangmu padaku dan akhirnya dia bilang bahwa dia mencintaimu, siapa dia dan apa kau juga mencintainya.? " tanya Yeoni memojokkan, dengan santai Aji menjawab " aku kenal dia namanya Natasya, tapi jika aku mencintainya mana mungkin aku masih menjadi kekasihmu sampai saat ini ", mendengar jawaban dari Aji Yeoni senang.
setelah berbincang agak lama akhirnya mereka keluar dari Kedai dan jalan jalan bersama. saat di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Jiyoung dan Jae sung. melihat Jiyoung yang sedang berjalan dengan Jae sung Aji tak senang, " bagaimana kalian bahagiakah kalian ", mendengar perkataan Aji Jae sung tersinggung dan hendak memukul Aji tapi Jiyoung langsung mengajak Jae sung pergi. " bukannya Jiyoung itu kekasihnya Oppa Robi ya....? " tanya Yeoni sambil memandang Jiyoung pergi, " ia tapi ustadz berkorban dan mengatakan kepada Jiyoung bahwa tuduhan Jiyoung benar jika ustdz selingkuh dengan Mochi " ucap Aji, " kenapa..?, bukannya oppa Robi suka pada Jiyoung..? " tanya lagi Yeoni, " ya, tapi dia merasa bahwa Jiyoung lebih pantas bersama Jaesung, dan ustd tak tega melihat Jaesung " jawab Aji sambil berjalan mendahului Yeoni.
di lain tempat Robi pergi jalan jalan untuk menenangkan dan mencari hiburan supaya lupa akan rasa sakit hatinya, ia berjalan menyusuri seoul dan akhirnya ia berhenti di sebuah restoran, dia memesan makanan dan tea hijau kesukaannya. tak lama tiba tiba ia melihat ada Jiyoung dan Jaesung yang masuk dan memesan makanan, Robi terus memperhatikan mereka tapi Jiyoung tak melihat jika ada Robi di situ. " aku harus melupakannya " gumam Robi dalam hati. setelah pesanan datang Robi meminum tea itu, tiba tiba Jiyoung menoleh ke arah Robi dan seketika itu Jiyoung tak bisa memalingkn pandangannya. Robi tak memperhatikan Jiyoung dia hanya membaca buku sambil minum tea. " hei sayang, apa yang kau lihat ? " tanya Jaesung pada Jiyoung, Jiyoung tak mendengarkan Jaesung yang bertanya padanya, " oooh jadi dia lagi, biar aku urus dia " ucap Jaesung sambil beranjak menghampiri Robi, dan tanpa tahu apa apa Robi di tarik oleh Jaesung keluar. " kenapa kau slalu mengganggu kami " ucap Jaesung sambil mencekik leher Robi, dengan cekatan Robi membalik serangan Jaesung dan berkata " aku tak pernah cinta pada wanita itu, ambil dia aku tak peduli padnya " ucap Robi, melihat kejadian itu Jiyoung langsung memisah perkeahian itu. sambil membantu Jaesung berdiri Jiyoung berkata " kau memang lelaki ..., aku tak salah meninggalkanmu aku kecewa telah memikirkanmu..", tanpa mengatakan apapun Robi pergi meninggalkan mereka.....to be continued


   dalam perjalanan pulang Robi menunduk sedih, dan ia bergumam dalm hatinya " jujur aku menyesal mengatakan itu, tapi aku rasa ini yang terbaik untukmu aku sangat mencintaimu, aku bahagia jika kau bahagia jadi lupakanlah aku ". sedangkan Jiyoung membantu Jaesung berdiri, mereka pun pulang , saat di perjalanan Jiyoung mengobati tangan Jaesung yang terkilir. tiba tiba Jiyoung mengatakan sesuatu pada Jaesung " maafkan aku Jaesung, aku menyesal telah mencintai Robi, sekarang aku tak ragu lagi untuk menikah dengan mu ", mendengar kata kata Jiyoung, Jaesung sangat senang dia pun tersenyum sambil memegang tangan Jiyoung dan berkata " terimakasih atas kepercayaanmu padaku ".
   tak lama perjalanan akhirnya mereka sampai di rumahnya Jiyoung. mereka duduk di ruang tamu dan berbincang bincang dengan ayahnya Jiyoung, " aku ingin pernikahanku dengan Jaesung di percepat " ucap Jiyoung kepada ayahnya, " apa kau tidak salah bukannya kau.." ucap ayah Jiyoung agak bingung, " aku sudah memutuskan hal ini, Robi tak seperti yang ku kira " ucap Jiyoung dengan mimik serius, mendengar ucapan Jiyoung ayhnya Jiyoung hanya mengangguk tapi dia masih tak percaya jika Robi seperti itu.setelah itu ayhnya Jiyoung berangkat ke itaewon pada jam 04 30 pm untuk menemui Robi dan bertanya langsung padanya. tak beberapa lama perjalanan ayahnya Jiyoung sampai di Itaewon, melihat ia datang Robi langsung menghampirinya. " anyeong, apa kabar paman, ada apa gerangan ..? " tanya Robi sambil mencium tangan ayahnya Jiyoung. " aku ingin tanya apakah benar yang di katakan Jiyoung " tanya ayahnya Jiyoung, " benar semua yang dikatakannya benar, " ucap Robi dengan tertunduk, " kenapa kau melakukan itu..? " tanya lagi ayahnya Jiyoung, " supaya Jiyoung menemukan yang lebih pantas untuknya, dan saya mohon jangan paman katakan semua ini kepada Jiyoung, saya ingin rasa ini saya yang menanggung " pinta Robi. setelah perbincangan itu ayahnya Jiyoung pulang.
   4 hari kemudian Arues mengajak Mochi keluar untuk mencari gaun utntuk pernikahan mereka berdua. " kakak, saya harus pergi bersama Mochi untuk mencari gaun pernikahan kami " ucap Aries kepada Robi, " oh itu bagus silahkan, dan apakah kau membutuhkan kendaraan untuk itu " tanya Robi sambil tersenyum manis, " tidak terimakasih " jawab Aries. setelah itu Aries berangkat pergi, setelah Aries pergi Robi pun pergi ke taman Seoul untuk menenagkan pikiran.
    setelah Aries sampai di sebuah Butik besar ia masuk ke butik tersebut. setelh melihat lihat baju Aries berpapasan dengan Jiyoung dan Jaesung yang juga sedang mencari gaun untuk pernikahan mereka. melihat Mochi dengan Aries Jiyoung bingun dan bertanya " loh kenapa kalian ada disini ", " kami mencari gaun untuk pernikahan kami, kenapa apa kau bingung, sebenarnya aku ingin merahasiakan ini tapi aku tak bisa, kakakku tak pernah mencintai Mochi dia sangat mencintaimu hingga dia berkorban untukmu berpura pura membencimu agar kau bisa bersama Jaesung yang kakakku pikir pantas untukmu " ucap Aries dengan mimik marah, mendengan perkataan Aries, Jiyoung meneteskan air mata dan bertanaya " dimana oppa Robi sekarang ", " dia ada di taman seoul " ucap Aries sambil menahan Jaesung yang hendak mencegah Jiyoung pergi. tenpa berpikir panjang Jiyoung langsung berlari ke taman.
   di lain tempat Robi sedang melihat langit dan tiba tiba hujan turun. " oppa" panggil seseorang dari kejauhan, Robi pun menoleh ternyata itu Jiyoung, tanpa mengucapkan apapun lagi Jiyoung langsung berlari dan memeluk Robi ...... to be continued


    tanpa mengucap apa pun Jiyoung langsung memeluk Robi. " kenapa kau melakuka semua ini, kenapa kau mengorbankan perasaanmu demi kebahagiaanku " ucap Jiyoung sambil meneteskan air mata, " apa yang kau maksud " ucap Robi berlagak tidak tahu, " jangan berpura pura Aries yang memberitahuku semuanya, pengorbanan mu untuk ku dan Jaesung " bantah Jiyoung. mendengar ucapan Jiyoung Robi hanya terdiam beberapa saat dan kemudian ia menjawab " itu semua benar, maaf kan aku Jiyoung aku telah membohongimu dan mencoba memaksamu bersama Jaesung ", " tidak Oppa ini bukan salahmu aku yang salah aku hanya melihat dengan mataku tidak bisa merasakan pengorbananmu " ucap Jiyoung sambil tetap memeluk Robi. setelah itu Robi melepaskan pelukan Jiyoung kemudian ia memegang kedua pipi Jiyoung seraya berkata " maafkan aku, aku tak akan memaksamu lagi silahkn pilih aku ataupun Jaesung, pikirkan baik baik Jiyoung dan aku tunggu jawabanmu besok ", " baik Oppa " ucap Jiyoung.
    tak beberapa lama kemudian huja reda. Robi memeberikan mencopot jasnya dan di berikanlah kepda Jiyoung seraya berkata " pakailah jacketku dan pulanglah, aku yakin ayahmu dan Jaesung sudah menunggumu ", " iya Oppa" jawab Jiyoung sambil berjalan bersama Robi meninggalkan taman itu. setelah itu Jiyoung pulang dan Robi juga pulang, tak lama perjalanan Robi sampai di rumahnya dan ketika ia membuka pintu ia melihat Aries yang telah menunggunya bersama So seok dan Aji. " maafkan aku kakak " ucap Aries, " tidak apa apa, aku malah seharusnya berterimakasih kepadamu Aries " ucap Robi sambil berjalan menuju kamarnya. melihat itu Aries, so seok dan Aji hanya terdiam. setelah itu Robi mengeringka badannya kemudian langsung tidur. setelah beberapa jam ia tidur akhirnya Robi terbangun dan langsung pergi ke masjid untuk sholat berjamaah bersama para warga setelah sholat berjamaah ia kembali ke rumahnya seperti biasa dia duduk di depan Rumah sambil membaca buku pelajaran yang akan di ajarkan di universitas besok, saat maghrib tiba ia berangkat ke masjid lagi dan setelah sholat maghrib ke tika ia hendak membuka pintu rumahnya ada suara wanita yang memanggilnya " oppa ", ia pun menoleh dan ternyata itu adalah Jiyoung. " ada apa Jiyoung " tanya Robi sambil menghampiri Jiyoung, " Jiyoug memberikan jacketnya Robi dan berkata " aku ingin memberikan jacketmu oppa dan aku pun sudah memutuskanaku memilihmu dan aku ingin kau menikah denganku, aku sudah berbicara pada ayah dan Jaesung dan mereka setuju jaesung pun merelakanku dia merasa bersalah padamu ", mendengar penjelasan dari Jiyoung Robi terkejut dan tersenyum pada Jiyoung.....to be continued


    mendengar ucapan Jiyoung itu Robi pun kaget lalu tersenyum dan menjawabnya " iya, insya allah, aku akan menikahimu Jiyoung ", " benarkah Oppa, " ucap Jiyoung sambil menghampiri Robi dan memeluknya. " sesering apakah aku berbohong padamu " ucap Robi sambil membalas pelukan Jiyoung. Robi pun melepaskan pelukanya dan ia mengajak Jiyoung jalan jalan " Jiyoung, sudah lama kita tidak makan bersama, bagaimana kalau kita makan malam bersama di restoran ", " baiklah " ucap Jiyoung. akhirnya mereka pun berangkat makan malam di sebuah restoran di dekat sungai han.
setelah sampai mereka pun masuk dan duduk berdua di sana.
" saya pesan minuman dan kimchi saja " ucap Robi kepada pelayan yang menghampiri mereka. mereka pun menunggu pesanan di sela sela kediaman mereka Robi berkata " kenapa kau memilihku kenapa bukan Jaesung ", " karena seperti yang ku katakan dulu kau mampu membuatku nyaman di dekatmu dan bahkan kau mau berkorban untukku tapi sayangnya dulu aku tidak menyadari itu " jawab Jiyoung sambil memegang tangan Robi, " dan kenapa Oppa mau kepadaku dan bahkan mau berkorban untukku " sambung Jiyoung, " karena dulkan pernah ku katakan sat aku sakit kau adalah tipeku dan sejujurnya dari dulu saat Jaesung datang ke itaewoin sejak itulah aku mempunyai rencana ini karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku " jawab Robi. di tengah tengah perbincangan mereka tiba tiba pelayan datang membawa pesanan. " selamat makan " ucap Robi. mereka pun menikmati makanan itu, setelah makanan habis Robi melihat sisa shaus di bibir Jiyoung, dengan cekatan ia mengambil tisu dan hendak mengusap sisa saus itu. " maaf Jiyoung, ada sisa saus di bibir mu " ucap Robi sambil mendekati Jiyoung, mendengar itu Jiyoung mendekatkan kepalanya, tiba tiba Robi menjatuhkan tisyu itu dan langsungmencium bibir Jiyoung untuk pertama kalinya. wajah Jiyoung memerah dan seperti salah tingkah.
setelah itu Jiyoung berkata kepada Robi " Oppa .. ini pertama kalinya kau menciumku ", dengan tersenyum Robi menjawab " ini kulakukan karena aku akan menikahimu, ini tanda keseriusanku ". mendengar Ucapan Robi Jiyoung sangat senang.
    setelah makan malam mererka memutuskan untuk pulang, dan Robi mengantar Jiyoung kerumahnya. tak lama perjlanan Robi dan Jiyoung sampai di gerbang Rumahnya Jiyoung, Jiyoung pun turun dan barkata ia kepada Robi " selamat malam, ", " masuklah nanti kau kedinginan dan Happy sweet dream My love " ucap Robi, " aku pulang dulu, assamu'alaikum " tambah Robi. setelah itu Jiyoung memasuki Rumahnya dan Robi pun beranjak pulang. tak lama perjalanan Robi pun sampai di Itaewon. ia memasuki Rumahnya disana ia di sambut senyuman dari semua temannya. kalian semua berkumpul di sini " tanya Robi kepada semua yang ada di situ, " iya, kami ingin memberi selamat atas kembalinya hubungan anda dengan Jiyoung " ucap semuanya, " aku, Mochi, aji ,Yeoni, So seok, Kyungri, dan yang lain sengaja berkumpul untuk mengucapkan selamat kepadamu " ucap Aries. " aku hanya bisa mengucapkaN TERIMAKASIH kepada kalian semua " ucap Robi sedikit terharu.
    di lain tempat Jaesung yang sedang sedih karena harus melepaskan Jiyoung berjalan jalan di dekat sungan han, saat itu sekitar jam 09 30 PM, tiba tiba ia menabrak seorang gadis. " maaf nona, saya memang telador " ucap Jaesung sambil membungkukkan badan, " tidak saya yang salah " ucap wanita itu. " bukankah kamu Jaesung ya..? " ucap wanita itu, " iya benar kenapa " jawab Jaesung, " tidaak hanya saya sering melihatmu di TV, oh iya nama saya Natasya " kata wanita itu, " salam kenal " jawab Jaesung. akhirnya mereka pun mengobrol sambil jalan jalan bersama......to be continued


    hari demi hari Jaesung dan nasatsya semakin dekat, dan pada suatu hari Jaesung menemui Natasya di tempat biasanya yaitu di pinggir sungai han di sana mereka mengbrol dan bercanda tawa bag dua merpati yang sedang jatuh cinta. " Natasya " panggil jaesung, " iya, ada apa Jaesung " ucap Natasya sambil menoleh dan tetap berjalan, " berhentilah sejenak " ucap Jaesung, " dan lihatlah pemandangan sungai han saat menjelang petang " sambung Jaesung sambil menatap ke arah matahari terbenam. Natasya pun ikut menyaksikan bersama. ketika detik detik terbenamnya matahari Jaesung memegang tangan Natasya dan berlutut seraya berkata " Natasya, hanya kau yang bisa membuatku melupakan Jiyoung, dan maukah kau menjadi chagii ku ". mendengar ucapan Jaesung Natasya menjadi salah tingkah dan akhirnya menjawab " iya kau pula yang bisa membuatku lupa kepada Aji ". setelah itu Jaesung mengajak meneruskan jalan jalan ke sebuah taman dekat sungai han.
     di lain tempat Robi dan Jiyoung datang kerumah Jiyoung untuk membicarakn masalah pernikahan mereka kepada keluarga Jiyoung. " kita laksanakan secepatnya saja " ucap ayahnya Jiyoung. Jiyoung hanya tersenyum mendengar ucapan ayahnya, Robi yang duduk di kursi depan ayh dan ibunya Jiyoung berkata " bagaimana kalau 2 bulan lagi lagi pula kan Jiyoung 1 bulan lagi baru wisuda dan saya untuk beberapa minggu ke depan harus pergi ke busan untuk mengkondisikan pembangunan sekolah di sana ". " baiklah, apa kalian setuju " tanya ayahnya Jiyoung ke Jiyoung dan Ibunya, mereka hanya tersenyum dan mengangguk kecil. " dan dimana acara ini akan dilaksanakan " tanya ayah Jiyoung, " sebenarnya saya ingin acara ini dilaksanakan di Indonesia tapi terserah Jiyoung dan anda saja " ucap Robi, " baik kami setuju " ucap ayahnya Jiyoung .
setelah musyawarah dan telah di tetapkan waktu dan tempat acara Robi pun pamit pulang " paman, bibi saya pamit pulang " ucap Robi sambil mencium tangan ke dua orang tua Jiyoung. Jiyoung pun mengantarkan Robi sampai kedepan rumah. "aku ingin selama 2 bulan ini kita tidak bertemu karena supaya kau tetap merindukanku dan aku pun begitu " ucap Robi, " tapi oppa " ucap Jiyoung sedikit menyanggah. " tidak apa apa Jiyoung kau bisa menghuungiku lewat pesan dan aku akan selalu mencintaimu " ucap Robi, " baik Oppa " jawab Jiyoung. setelah itu Robi pun berangkat pulang.
     di perjalanan Robi mampir di kedai teh dekat sungai han. tiba tiba dia melihat Jaesung dan Natasya yang sedang di hadang beberapa preman, Robi pun langsung menghampiri mereka. " hey mau apa kalian " ucap Robi kepada preman itu. melihat Robi Jaesung langsung menghampirinya, " pergilah dan ajak Natasya bersamamu " ucap Robi. Jaesung pun pergi bersama Natasya, dalam hatinya Jaesung bergumam " kenapa kau mau menolongku, terimakasih ". Robi pun langsung melawan 20 preman itu. satu per satu preman terkapar. setelah hampir semua preman kalah ada satu preman yang menodongkan pistol ke arah Robi seraya berkata " angkat tanganmu atau ku tembak kau ". Robi hanya diam akhirnya di tembaklah Robi anehnya peluru itu sama sekali tidak mengenai Robi padahal ia tak beranjak dari tempatnya. " apa yang terjadi " ucap preman itu ia pun menembakkan lagi hampir lima kali tembakkan tapi hasilnya sama, dan dengan cekatan robi mengambil alih pistol itu dan menghancurkannya. " siapa namamu " tanya Robi kepada preman itu sambil memutar tangan si preman. " haesung lee, lepaskan aku " ucap preman itu. Robi pun melepaskannya dan menasehatinya " apa keuntunganmu jadi preman apa karena semua orang akan takut padamu sejujurnya mereka bukan takut tapi dendam padamu ", mendengar nasehat Robi Haesung menangsi karena menyesal. ditengah tengah Robi berbicara tiba tiba ada salah seorang preman yang membawa pisau dan langsung menusukny dari belakang dan sleep ter tusuklah Robi, dia langsung terkapar. dia berusaha bangkit dan mencabut pisau itu dari punggungnya sementara itu semua preman pergi meninggalkannya.....to be continued


    Robi tetap mencoba bangun tapi dia telah kehilangan banyak darah melihat itu Haesung tak tega dan menolongnya. haesung berteriak minta tolong " tolong tolong " tiba tiba saat Jaesung dan natasya berlar menjauh perasaan Jaesung tidak enak dan ia memutuskan untuk kembali ke tempat Robi. saat sampai di sana ia sangat terkejut melihat Robi yang bercucuran darah tanpa basa basi Jaesung langsung menelphon ambulance dan Haesung menggendong Robi ke pinggir jalan. saat itu hampir puku 11 00 PM jadi tidak banyak orang yang ada disana. " kau yang melakukan ini ya " tanya Jaesung kepada Haesung sambil mencekik leher Haesung, Haesung hanya diam dan tiba tiba Tangan Robi meraih tangan Jaesung yang sedang mencekik Haesung lee. " bukan dia yang melakukannya, aku di tusuk dari belakang " ucap Robi setengah sadar. melihat Robi yang masih sempat tersenyum membuat Jaesung terharu dan meneteskan air mata. " apakah saya harus menghubungi Jiyoung " tanya Jaesung, " jangan beitahu dia apapun yang terjadi dan bahkan jika aku mati katakan padanya setelah ia Ujian aku tak ingin mengganggu ia belajar " ucap Robi sambil memegang tangan Jaesung yang hendak mengangkat Mobilephone nya.
    tidak beberapa lama akhirnya ambulance datang. Robi langsung dimasukkan ke Ambulance dan langsung di larikan ke hospital. sesampainya di Hospital ia langsung di bawa ke ruang UGD, untuk di oprasi lukanya, tapi dockter mengatakan bahwa Robi membutuhkan donor darah. hampir semua warga itaewon datang dan mencoba mencocokkan darah dengan Robi tapi tak ada yang sama. " biar aku yang mencoba " ucap Haesung. ternyata darah haesung sama dengan Robi.
   setelah mendonorkan darah mereka menunggu di ruang tunggu. " aku akan menghubungi Jiyoung " ucap Aji. ketika Aji hendak berdiri Jaesung menahannya dan berkata " ustadz Robi berkata jangan menghubungi Jiyoung apapun yang terjadi karena ia takut mengganggu belajar Jiyoung yang hendak ujian ". " lagi lagi anda berkorban untuk Jiyoung " ucap Aji, mendengar penjelasan dari Jaesung semua oraang tertunduk terharu bercampur sedih. " kakak kau " ucap Aries sambil menggandeng tangan Mochi.
di lain tempat Jiyoung yang sedang tertidur lelap tiba tiba terbangun dan ia bergumam sendiri " kenapa perasaanku ini ada apa dengan Oppa " lalu Jiyoung menghubungi Robi, " hp nya mati aku khawatir ada apa, aku ingin menemuinya tapi aku sudah berjanji " tambah Jiyoung bingung.
    tiga hari telah berlalu Robi masih koma. tiba tiba Robi terbangun dan semua Orang sangat kaget dan bahagia " ustadz kau sudah bangun " ucap semua orang. " maafkan saya karena saya anda jadi seperti ini " ucap Jaesung dan Haesung. " sudahlah ini sudah biasa " ucap Robi sambil tersenyum kecil. melihat Robi yang tersenyum Jaesung sangat terharu lalu berkata " aku menyesal telah memusuhimu dulu, maafkan saya ". " aku sudah memaafkanmu, karena dalam islam jika kau membenci seseorang melebihi 3 hari kau termasuk kafir kecil " jawab Robi dengan enteng. " lagi pula ini salahku aku tak memperhatikan orang di belakangku hingga aku tak bisa menggunakan Izanagi " tambah Robi, " Izanagi, apa itu ustadz " tanya Haesung, " itu adalah teknik membuat apa yang dilihat, apa yang di dengar dan apa yang dirasakan oleh lawanmu menjdai hanya sebuah Ilusi maka dari itu 5 tembakanmu sama sekali tak mengenaiku tapi lupakanlah itu tak penting " perjelas Robi.


    hari demi hari berlalu Robi muli membaik sampai pada hari ke 14 Robi di izinkan pulang oleh dockter. Robi pun pulang bersama teman temannya ke Itaewon sesampainya ke Itaewon ia di sambut hangat oleh para penduduk. " ustadz alahmadulillah anda sudah sembuh " ucap para penduduk sambil bersalaman dengan Robi yang kini jadi tokoh di sana. setelah itu Robi beraktifitas seperti biasanya sampai pada suatu hari dia berinisiatif mengumpulkan semua ustadz ustadz jebolan madrasah diniyah khabibullah, yaitu madrasah yang didirikannya bersama teman temannya dan seluruh warga. setelah itu semua warga berkumpul di masjid . setelah semua berkumpul Robi menyampaikan idenya " assalamu'alaikum dan maaf telah mengumpulkan kalian kesini saya ingin menyampaikan sesuatu pada kalian, saya pikir sudah ada lebih dari 40 ustadz di sini jadi saya ingin para ustadz itu keluar itaewon bahkan keluar seoul tapi kalian masih dalam AMPK (association of Muslim preachers in korea) yang masih bisa mempersatukan kita, atau AMK (all muslim korea) untuk para mualaf apa kalian setuju ". " ya kami setuju " ucap semua ustadz itu. " baiklah silahkan menhubungi saya jika kalian ingin berdakwah keluar Itaewon dan sebutkan tempat dakwah yang akan kalian datangi " tambah Robi.
    setelah Musyawarah akbar itu Robi pulang dia istirahat sambil minum teh di balkon Rumahnya sambil memandang bintang. di lain tempat Jiyoung yang baru selesai belajar langsung mengambil Mobile phone dan langsung menghubungi Robi " yobuseyo, Oppa apa kabarmu ". " oh Jiyoung aku baik baik saja bagaimana denganmu " jawab Robi, " aku sangat merindukanmu Oppa, aku ingin bertemu dengan mu tapi kau melarangku " ucap Jiyoung sambil cemberut. " jangan marah, ini untuk kebaikanmu juga agar kau bisa lulus dan wisuda bukan begitu " jawab Robi enteng, " baik, Oppa sudah makan apa belum " tanya Jiyoung penuh perhatian, " belum kamu "jawab Robi, " aku juga belum, aku tidak akan makan jika Oppa tidak makan " ucap Jiyoung, " cepat makanlah, jangan seperti anak kecil, jika kau tidak makan kamu akan sakit, apa aku harus menyuapimu " tanya Robi sambil tersenyum. " iya " jawab Jiyoung juga tersenyum, " yah bayangkan saja aku sedang menyuapimu, lagi pula aku akan menghubungimu lewat akses 3g agar kau dapat melihatku " saran Robi. " baik Oppa " jawab Jiyoung.
    akhrnya Robi menggunakan akses 3G dan robi menyuruh Jiyoung agar cepat makan " sekarang cepat makanlah ", " tapi Oppa juga harus makan " ucap Jiyoung dengan manja. " baik " ucap Robi sambil mengambil makanan, tak beberapa lama Robi kembali dengan membawa makanan dan akhirnya mereka pun makan bersama. tak terasa waktu telah larut Robi pun menyuruh Jiyoung untuk idur " cepat tidur Jiyoung ini sudah larut malam ", " baik Oppa, mereka pun menutup telphon nya.
1 bulan telah berlalu dan tiba saatnya Jiyoung di wisuda, Jiyoung sedikit sedih karena Robi tidak datang dalam acara penting itu. tapi tiba tiba di tengah tengah acara Robi datang sebagai dosen yang menjadi panitia pelaksanaan wisuda. " Oppa " ucap Jiyoung saat melihat Robi naik di atas panggung yang hendak berpidato untuk membuka acara wisuda. setelah acara wisuda semua mahasiswa yang telah lulus berfoto dengan keluarga dan pasangannya tapi tidak dengan Jiyoung ia hanya berfoto dengan keluarganya. Jiyoung sadikit sedih, " Jiyoung ada apa kenapa kau sedih " tanya lelaki dari arah belakangnya , " kekasihku tidak menemaniku saat ini " jawab Jiyoung sambil menoleh ke arah belakang, alangkah terkejutnya ia ternyata lelaki itu adalah Robi, tanpa pikir panjang Jiyoung langsung berlari ke arah Robi dan langsung memeluknya karena sangat Rindu padanya. " Oppa ku kira kau tak akan datang kau hampir membuatku sedih " ucap Jiyoung sambil memeluk Robi, " tapi bukankah sekarang aku ada di hadapanmu " jawab Robi dengan enteng, " kau jahat Oppa kau membuatku tersiksa " ucap Jiyoung dengan cemberut, " memangnya apa yang ku perbuat " ucap Robi berlagak tak tahu, " kau membuatku rindu padamu dengan melarangku menemuimu " jawab Jiyoung......to be continued


hari demi hari telah berlalu tak terasa hari pernikahan Robi dan Jiyoung semakin dekat hanya kurang 13 hari. Jiyoung merasa tak sabar bingung dan bercampur semua rasa. "waktu sudah semakin dekat aku merasa jantungku berdebar karena aku merasa sangat rindu pada Oppa karena sudah 1 bulan tak bertemu setelah acara wisuda itu " ucap Jiyoung yang sedang berbaring di tempat tidurnya sambil memeluk bantal, lain halnya dengan Robi dia mempersiapkan semuanya termasuk mentalnya. " santai saja ustadz, kami akan membantumu mempersiapkan pernikahanmu dengan Jiyoung " ucap Jaesung dan yang lain, " terimakasih, aku sangat menghargai pertoloonganmu " jawab Robi smbil tersenyum kecil.
malam telah tiba Jiyoung yang sangat ingin bertemu dengan robi beranjak mengambil mobile phonnya dan segera menghubungi Robi. " halo Oppa" ucap Jiyoung, " owh iya ada apa" jawab Robi, " aku sangat merindukanmu, apa kau sudah makan " tanya Jiyoung dengan penuh perhatian. " iya sudah bagaimana denganmu " tanya RObi, " aku belum makan tapi yang penting aku dapat mendengar suaramu itu sudah cukup " ucap Jiyoung dengan manja, " yah makanlah jika tidak nanti kau akan sakit dan hari yang kita tunggu jadi tertunda " ucap Robi menakut nakuti Jiyoung, " mm jangan bilang begitu kau membuatku takut " ucap Jiyoung, " ya maka dari itu makanlah, lagi pula suara ku bukanlah makanan" kata Robi. setelah itu Robi menutup mobile phone nya dan ia beranjak tidur karena hari sudah larut malam.
hari demi hari telah berlalu hingga sampai 9 hari sebelum D day. pagi itu Robi pun berangkat ke Indonesia untuk mempersiakan acara disana. semua warga dan teman temannya mengantarnya walau hanya zuhur dan Aries yang ikut pulang bersama Robi.
tak selang lama mereka pun sampai di bandara. sesampainya di sana mereka menurunkan bahan bawaan. " assalamualaikum, kami pamit pergi nanti pasti kami kembali ku harap di antara kalian ada yang sudi datang kepernikahan saya " ucap Robi, " insya allah ustadz, kami akan datang untuk mu dan juuga Jiyoung " ucap semua warga. akhirnya mereka ber 3 pun berangkat pulang. mereka berangkat hanya bertiga karena yang lain harus tetap mengawasi madrash diniyah di Itaewon dan juga meneruskan kuliah mereka.
7 jam perjalanan akhirnya Robi dan 2 temannya sampai di Indonesia setelah sampai di bandara soekarno hatta merek meneruskan perjalanan ke BWI. beberapa jam kemudian mereka sampai dan alangkah terkjutnya saat Robi melihat penyambutannya ole beberapa santri di sana. " selamat datang kembali ustadz " ucap para santri sambil beranjak bersalaman kepada Robi, " ya waalaikum salam " jawab Robi sambil tersenyum.
setelah itu Robi pun beristirahat dn keesokan harinya ia berangkat untuk mempersiapkan semuanya seperti mendesain tempat dan ruang ruang tamu. di lain tempat Jiyoung dan keluarganya hendak berangkat menyusul Robi. akhirnya mereka berangkat menuju bandara sesampainya di bandara mereka langsung naik pesawat yang menuju Indonesia, dalam perjalanan Jiyoung terlihat gugup. "kenapa kau murung seharusnya kau senang " tanya ayahnya Jiyoung, " tidak aku hanya gugup membayangkan nanti setelah aku menikah " ucap Jiyoung sambil mengenggam mobile phon yang telah di matikan, " tenanglah aku yakin Robi bisa membimbing mu ke jalan yang tepat dan u must obedient " saran ayah Jiyoung. setelah mendengar saran dari ayahnya Jiyoung terlihat lebih tenang....to be continued



setelah 16 perjalanan akhirnya tibalah ia(Ji young) bersama keluarganya di Indonesia. laksana menghadapi perang, hati Jiyoung semakin berdegup kencang karena hendak bertemu kekasihnya yang telah lama tak ia temui dan sekarang Ia akan bertemu dalam sebuah Ikatan perkawinan. waktu terasa lama bagi Jiyoung yang tak sabar ingin bertemu dengan Robi sang kekasih. tak selang lama akhirnya Jiyoung melihat Robi dari kejauhan tersenyum manis padanya bersama keluarga Robi pula. " eee. Oppa, apa kabar " ucap Jiyoung yang salah tingkah melihat Robi. Robi pun menatap Jiyoung dan menjawab " baik, kau sedikit berubah ya..! ". " berubah, apa maksudmu aku tetaplah yang dulu " jawab Jiyoung sedikit bingung, Robi pun tersenyum mendengar perkataan Jiyoung lalu ia menjawab " kau semakin dewasa dan juga semakin cantik ", mendengar pernyataan Robi Jiyoung semakin malu ia pun berkata " terimakasih Oppa ". di tengah tengah perbincangan ayahnya Jiyoung memotong pembicaraan " ehm ehm, jangan pacaran di sini lebih baik kita segera berangkat agar dapat mempersiapkan semuanya karena pernikahan kalian akan dilaksanakan 7 hari lagi ". setelah itu mereka memasukkan semua barang ke bagasi mobil lalu berangkatlah mereka menuju Rumah Robi.
tak beberapa Lama mereka pun sampa, di sana merka di sambut layaknya pangeran dan putri yang hendak mengadakan pernikahan. " ehm ehm caon pengantin telah berkumpul sekarang, kalian terlihat sangat serasi " ucap salah satu santri (santri : student of Islamic boarding school). mendengar itu Robi dan Jiyoung hanya tersenyum dan menjawab " terimakasih ". setelah itu Jiyoung sekeluarga Istirahat di tempat yang telah di sediakan.
keesokan harinya Robi menemui Jiyoung dan mengajak Jiyoung jalan jalan berkeliling. mereka pun jalan jalan bersama di sekitar Rumah Robi dan menikmati udara yang masih segar. setiap kali mereka bertemudengan warga pasti para warga mengucapkan " waaaah calon perngantin baru, kalian serasi sekali ". saat mereka tiba di sebuah persawahan yang indah dan semakn indah karena pada saat itu masih jam 06 00, Robi pun bertanya kepada Jiyoung " Jiyoung, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu ", " tentu saja, silahkan Oppa katakanlah " jawab Jiyoung, " kenapa kau mencintaiku " tanya Robi sambil memandang mata Jiyoung, " aku tidak tahu karena ini bukanlah aku tapi hatiku, dan ku rasa karena kaulah lelaki yang bisa membuatku nyaman dan tenang " jawab Jiyoung. setelah cukup lama berjalan jaan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
hari demi hari berlalu dan tibalah saatnya pernikahan Robi dengan Jiyoung. semua telah di persiapkan termasuk tempat acra dan lain lain, tamu pun telah berdatangan. Jiyoung sangat senang dan juga tegang karena Ia meraa semua ini mimpi dimana ia akan menikah dengan Orang yang ia cintai.
setelah selesai berdandan Jiyoung keluar untuk melakukan acara pernikahan dan di sana telah ada Robi yang telah menunggunya. acara pun dilakasanakan, dan sesi acara telah hamir Rapung hingga sampai acara pemberian selamat keppada pengantin oleh para tamu. yidak di sangka hampir sebagian dari warga Itaewon dan muridnya datang untuk memberikan selamat kepada Robi an Jiyoung sungguh momen yang tak terlupakan.
sebulan telah berlalu Robi dan Jiyoung telah kembali ke korea dan tinggal di rumah Robi, mereka terlihat sangat bahagia. " Oppa, apakah oppa tidak punya keinginan tersendiri setelah kita menikah " tanya Jiyoung sambil memegang tangan Robi. " aku ingin emngajakmu minum teh sambil memandang bulan " ucap Robi. setelah itu pada malam hari mereka pergi ke balkon den duduk bersama sambil minum teh dan berbincang bincang, " Jiyoung kau terlihat sangat cantikalam ini " ucap Robi sambil mendekatkan wajahnya ke arah Jiyoung. " terimakasih Oppa " jawab Jiyoung dan langsung mencium bibir Robi.
tak terasa 1 tahun telah mereka menjadi suami istri dan mereka dikaruniai seorang anak yang di beri nama Rizvan khan bertambahlah kebahagiaan mereka tapi di tengah tengah kebahagiaan mereka masyaraka di busan meminta Robi untuk tinggal di sana dalm jangka waktu cukup lama untuk mengajar dan mendidik masyarakat tentang islam yang lebih dalam. akhornya Robi pun menyanggupinya dengan berathati Robi berkata pada Jiyoung " sayang, maaf 3 minggu lagi aku harus pergi ke busan untuk waktu yang cukup lama jika kau merindukan ku kau bisa menghubungiku dan aku mohon jagalah Rizvan ", " tapi Oppa, kenapa kau meninggalkan ku saat kebahagiaan kita telah hampir sempurna " ucap Jiyoung sambil memegang tangan Robi dengan erat. " karena aku sangat mencintaimu tapi aku libih mencintai Allah dari padamu aku mohon mengertilah. Jiyoung hanya mengangguk. setelah 3 minggu berlalu Robi pun berangkat dengan di iringi tangis dari Jiyoung Rizvan yang masih kecil hanya memandang sang ayah yang beranjak pergi......... Robi menciu kening Rizvan sebagai ciuman perpisahan sementara.......................................................................

THE END


Royoung
love and truth